Selama 10 Jam Penyidik KPK Periksa Pejabat Lamongan Bawa 1 Koper Berisi Dokumen Penting

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyidik KPK dibantu driver memasukan koper ke dalam mobil usai keluarga dari ruang Aula Gajah Mada lantai 7 Pemkab Lamongan. SP/MUHAJIRIN
Penyidik KPK dibantu driver memasukan koper ke dalam mobil usai keluarga dari ruang Aula Gajah Mada lantai 7 Pemkab Lamongan. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selama 10 jam penyidik KPK baru keluar dari Kantor Pemkab Lamongan di lantai 7, setelah sebelumnya memeriksa sejumlah pejabat yang terikat dugaan korupsi Pembangunan Gedung lantai 7 tahun anggaran 2017-2019.

Penyidik KPK memeriksa 5 pejabat di mulai pukul 09.00-18.58 WIB. Saat keluar sejumlah media berupaya meminta wawancara, namun hingga masuk ke mobil yang menunggunya tidak ada satu kata pun yang keluar dari para penyidik.

Saat keluar pukul 18.59 penyidik KPK terlihat membawa 1 Koper yang diduga kuat berisi sejumlah dokumen yang ada kaitnya dengan hasil pemeriksaan.

Dokumen itu langsung dimasukan ke jok bagian belakang mobil Inova reborn warna hitam yang sejak pagi terparkir di halaman Pemkab setempat.

Sebelumnya, Kabag Hukum Setda Kabupaten Lamongan, M Rois, membenarkan kedatangan lembaga anti rasuah tersebut. Namun dirinya masih belum bisa menjelaskan terkait tujuan kedatangannya. "Iya mas, pemeriksaan," kata Rois saat dikonfirmasi awak media, Senin (07/07/2025).

Dalam pemeriksaan kali ini, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tempat dan pemeriksaan di aula Gajah Mada lantai 7, dan ada sekitar 15 orang. yang terdiri dari penyidik KPK. "Ada 15 orang. Tapi terkait apa, saya belum tahu, yang jelas kita hanya menyiapkan tempat saja dan kita tempatkan di Lantai 7," terusnya.

Sementara itu, informasi yang diterima surabayapagi.com, KPK akan melakukan pemeriksaan secara maraton selama 5 hari. Di hari pertama pada Senin (7/7/2025) ada sekitar 5 pejabat Pemkab yang diperiksa.

Ke 5 pejabat yang diperiksa di lantai 7 Kantor Pemkab, di antaranya, Sigit Hari Mardani (Kasubbag Pembinaan & Advokasi Bagian PBJ Setda), Fitriasih (Kasubbag Administrasi Pengelolaan PBJ Setda), Joko Andriyanto (Kasi Ekonomi & Pembangunan Kecamatan Glagah), Arkan Dwi Lestari (Kasi Bina Konstruksi Dinas Perkim & Cipta Karya), Rahman Yulianto (Staf Sub‑Bagian Pembinaan Advokasi ULP).

Hingga pukul 17.45 WIB, penyidikan KPK masih belum turun dari lantai 7. Sejumlah gojek tengah keluar masuk membawa makanan dan minuman, yang diduga untuk penyidik KPK.

Sekedar di ketahui, pada 13-14 September 2023 melakukan penggeledahan di kantor -kantor Pemkab. Bahkan rumah dinas Bupati Yuhronur Efendi juga digeledah oleh KPK. Dalam penggeledahan di kantor Pemkab tersebut penyidik KPK keluar sekitar pukul 19.30 WIB. Saat keluar terlihat mereka membawa beberapa koper dan kardus, yang diduga adalah sejumlah dokumen yang ada kaitannya dengan bidikan yang tengah di Lidik oleh lembaga Superbody ini.

Sehari sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim) Lamongan. Penggeledahan kantor di Jalan Ki Sarmidi Mangunsarkoro, Lamongan berlangsung selama beberapa jam, pada Rabu (13/9/2023), rumah dinas bupati Yuhronur Efendi, rumah domisili eks Kadis Perkim dan kantor pihak swasta dan kantor lantai 7..

Atas dasar penggeledahan itulah, KPK pada Jumat (15/9/2023) mengumumkan dimulainya proses penyidikan dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemerintah Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2017-2019.

Meski demikian saat itu, KPK belum membeberkan identitas para tersangka. Hal itu akan diumumkan setelah dilakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan terhadap tersangka. jir

Berita Terbaru

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

‎Mobil Plat Merah Terlibat Laka Lantas Degan Sepeda Motor, Satu Pengendara Alami Patah Tulang

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:40 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebuah mobil pickup berplat merah yang diduga milik Dinas Lingkungan Hidup terlibat kecelakaan lalulintas dengan sepeda motor Yam…

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Polisi Akhirnya Buka Suara, Kasus Meter Air PDAM Kota Madiun Masuk Tahap Lidik

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Polres Madiun Kota akhirnya buka suara terkait persoalan meter air di PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun. Kapolres Madiun Kota AKBP R…

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

RSUD Notopuro, Kebut Pembangunan Gedung Wujud Pelayanan Kelas III Rasa Kelas I untuk Masyarakat

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus ditunjukkan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.Tahun ini banyak s…

Perkuat Stok Darah, PMI Kota Mojokerto Gencarkan Kolaborasi Donor Darah Bersama 

Perkuat Stok Darah, PMI Kota Mojokerto Gencarkan Kolaborasi Donor Darah Bersama 

Rabu, 09 Sep 2026 17:02 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 17:02 WIB

  SURABAYA PAGI. COM, Mojokerto - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan darah …

Usai Rawat Inap, Pasien RSUD Dolopo Bisa Diantar Pulang Gratis

Usai Rawat Inap, Pasien RSUD Dolopo Bisa Diantar Pulang Gratis

Rabu, 09 Sep 2026 16:43 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 16:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Persoalan pasien tidak selalu selesai setelah menjalani perawatan dan dinyatakan tuntas. Bagi sebagian pasien, khususnya bagi mereka…

P-APBD Ponorogo 2026: Pendapatan Anjlok Rp115,9 Miliar, DPRD Soroti Ketimpangan Proyeksi dan Lonjakan BTT

P-APBD Ponorogo 2026: Pendapatan Anjlok Rp115,9 Miliar, DPRD Soroti Ketimpangan Proyeksi dan Lonjakan BTT

Rabu, 09 Sep 2026 15:37 WIB

Rabu, 09 Sep 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo 2026 diwarnai koreksi fiskal yang cukup tajam. Dewan P…