Tak Pernah Diberitahu, Nany Wijaya Kaget Ditetapkan Tersangka Seperti Dahlan Iskan

author Budi Mulyono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penetapan Tersangka Tanpa Surat Resmi Dinilai Langgar Prinsip Prosedural. SP/ BUDI
Penetapan Tersangka Tanpa Surat Resmi Dinilai Langgar Prinsip Prosedural. SP/ BUDI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kejutan pahit datang menghampiri mantan Direktur Jawa Pos, Nany Wijaya. Tanpa menerima pemberitahuan resmi, ia mendadak mengetahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Timur dalam perkara dugaan penggelapan dalam jabatan. Situasi ini mengingatkan publik pada kasus serupa yang dialami mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Ketidakjelasan ini diungkap kuasa hukum Nany Wijaya, Billy Handiwiyanto. Ia menyatakan hingga Rabu (9/7), belum ada satu pun surat resmi yang menyatakan kliennya telah berstatus tersangka.

“Sampai detik ini kami belum menerima tap TSK (tersangka). Biasanya kita akan dikirimi Tap TSK yang menjelaskan kapan penetapan itu dilakukan dan sebagainya. Itu harus dikirimkan secara resmi,” tegas Billy.

Menurut Billy, penetapan tersangka seharusnya mengikuti prosedur hukum yang jelas dan transparan, terlebih ini menyangkut nama baik seseorang yang sebelumnya tidak pernah merasa melanggar hukum.

Kuasa Hukum Pertanyakan Transparansi Proses Penegakan Hukum

Nany Wijaya dilaporkan dalam kasus ini oleh pihak internal Jawa Pos atas dugaan penggelapan jabatan terkait kepemilikan saham sebuah tabloid. Namun Billy memastikan, dari laporan yang diterima, tidak ada nama Dahlan Iskan tercantum sebagai terlapor.

“Dalam laporan itu, hanya tertulis yang dilaporkan Nany Wijaya dan kawan-kawan saja. Untuk pak Dahlan kami tidak tahu,” jelasnya.

Billy juga menyebut pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada penyidik untuk meminta kejelasan mengenai status hukum kliennya. Hal ini penting agar proses hukum dapat berjalan secara adil dan tidak menimbulkan spekulasi publik yang merugikan.

“Kami akan segera berkirim surat untuk mempertanyakan kejelasan status dari klien kami,” ujarnya.

Kasus yang Sama, Langkah yang Tidak Sama: Dahlan Iskan Juga Tak Diberi Tahu

Nasib yang dialami Nany ternyata juga dialami oleh mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Kuasa hukumnya, Johanes Dipa, mengungkapkan bahwa Dahlan sebelumnya tak pernah merasa menjadi pihak yang dilaporkan dalam perkara yang sama. Selama ini, Dahlan hanya diperiksa sebagai saksi dari kasus yang dilaporkan pada 13 September 2024 oleh Rudy Ahmad Syafei Harahap.

“Kaget kenapa jadi tersangka. Klien kami bukan terlapor. Terlapor hanya NW,” tegas Johanes.

Dahlan, lanjut Johanes, telah menunjukkan sikap kooperatif selama proses penyelidikan, bahkan pernah menjalani pemeriksaan hingga larut malam. Namun kini, pihaknya mempertanyakan motif di balik penetapan tersangka ini.

“Pernah gelar perkara dan dijelaskan bahwa yang dilaporkan itu hanya saudari NW,” katanya.

Johanes juga menyampaikan bahwa pihaknya pernah mengajukan permintaan agar perkara ini ditangguhkan karena masih terdapat sengketa keperdataan yang belum tuntas. Ia menduga penetapan tersangka ini berkaitan dengan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan Dahlan terhadap PT Jawa Pos di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Jangan-jangan ini karena masalah gugatan PKPU,” ujarnya curiga.

Dituding Langgar Etika Hukum, Tersangka Belum Diberi Notifikasi Resmi

Menurut dokumen yang beredar, penetapan tersangka terhadap Nany Wijaya dan Dahlan Iskan dilakukan pada Senin (7/7/2025), ditandatangani oleh Kepala Subdirektorat I Ditreskrimum Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Arief Vidy.

Keduanya dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 374 KUHP juncto Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 KUHP tentang pemalsuan surat dan/atau penggelapan dalam jabatan serta dugaan tindak pidana pencucian uang.

Namun pihak kuasa hukum menilai, pemberitahuan melalui media sebelum disampaikan langsung kepada pihak bersangkutan, merupakan tindakan yang mencederai asas hukum yang adil dan transparan.

“Kenapa pihak lain (media) yang dikasih tahu terlebih dulu. Sedangkan pihak terkait tidak diberi tahu. Kalau memang betul-betul tersangka, kami akan ambil langkah-langkah yang kami anggap perlu,” tegas Johanes Dipa.

Suara yang Perlu Didengar: Ketika Nama Baik Dipertaruhkan

Kisah Nany Wijaya dan Dahlan Iskan bukan sekadar perkara hukum biasa. Ini soal hak asasi untuk diberi tahu, diproses secara layak, dan membela diri. Di tengah sorotan publik, kejelasan dan keterbukaan justru menjadi kebutuhan paling mendasar.

Ketika hukum mulai mengejutkan mereka yang bahkan belum diberi tahu, masyarakat pun mulai bertanya-tanya: apakah hukum sudah berjalan dengan adil, atau sekadar dijalankan tanpa hati?. bd

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…