Respon Jokowi, Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jokowi mengaku tak pernah membahas pemberian abolisi dan amnesti saat makan bakmi di Solo beberapa hari lalu.

Eks Wali Kota Solo ini menegaskan, pemberian abolisi dan amnesti adalah hak prerogatif presiden. Hal ini diatur alam Undang-undang Dasar.

“Itu hak prerogatif, hak istimewa, yang diberikan oleh UUD kita pada Presiden (Prabowo),” kata Jokowi di kediaman Solo, Jumat (1/8)

Jokowi menegaskan, Prabowo pasti sudah mempunyai pertimbangan matang mulai dari aspek hukum, sosial politik sebelum memutuskan memberikan abolisi dan amnesti.

“Saya kira setelah melewati pertimbangan-pertimbangan dengan hukum, sosial politik yang sudah dihitung semuanya,” kata dia.

Sementara disinggung soal Hasto, Jokowi mengatakan dirinya menghormati keputusan Prabowo.

“Sama (Hasto) itu adalah hak prerogatif, itu adalah hak istimewa presiden (Prabowo) yang diberikan UUD kita dan kita menghormati,” kata Jokowi.

"Nggak ada (pembicaraan soal abolisi dan amnesti), bicaranya soal PSI," tamba hg Jokowi .

Jokowi menolak berkomentar lebih jauh mengenai pemberian amnesti dan abolisi tersebut "Ya, ditanyakan ke sana," kata dia.

Ditanya apakah pemberian amnesti dan abolisi itu akan mempengaruhi hubungannya dengan Prabowo, Jokowi enggan menjawab lugas. Dia justru menceritakan momen jajan bakmi bareng saat bertemu di Solo.

"Baru saja beliau ke rumah, baru saja kita ngebakmi bareng di Mbah Citro sampai jam 12 malam," ujarnya.

Meski demikian, Jokowi menyebut bahwa keputusan Prabowo itu harus dihormati. Dia yakin pemberian abolisi dan amnesti itu sudah melalui pertimbangan mendalam.

"Ya, semuanya. Yang namanya pemerintah, presiden pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan politik, pertimbangan-pertimbangan sisi hukum, pertimbangan-pertimbangan sosial, politik. Saya kira semuanya pasti menjadi pertimbangan," kata dia. n bin/rmc

Berita Terbaru

Membongkar Dugaan Rekayasa Kasus dengan Pena

Membongkar Dugaan Rekayasa Kasus dengan Pena

Selasa, 22 Sep 2026 08:01 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 08:01 WIB

Kajari Surabaya Yth, Bagi pencari keadilan (khususnya terdakwa), surat dakwaan memiliki makna dan fungsi yang sangat krusial sebagai jaminan perlindungan hak…

AKTA BATAL DEMI HUKUM YANG DIPAKSAKAN DI SIDANG ADALAH PERADILAN SESAT

AKTA BATAL DEMI HUKUM YANG DIPAKSAKAN DI SIDANG ADALAH PERADILAN SESAT

Selasa, 22 Sep 2026 07:58 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 07:58 WIB

Dibuat oleh: Tim Hukum Peduli Keadilan NKRI Pembela Raditya M Khada, Anak Bangsa* Untuk: Kejari Surabaya Ketua PN Surabaya Direskrimum Polda…

Bupati Bolaang, Di OTT KPK di Jakarta, Gembol Uang Ratusan Juta

Bupati Bolaang, Di OTT KPK di Jakarta, Gembol Uang Ratusan Juta

Selasa, 22 Sep 2026 07:56 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 07:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sulut, Sirajudin Lasena, ditangkap KPK dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT). Dari p…

Urus SIM di Belanda Ketat, Justin Hubner “Korbannya”

Urus SIM di Belanda Ketat, Justin Hubner “Korbannya”

Selasa, 22 Sep 2026 07:54 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 07:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – Selebgram Jennifer Coppen, berusia 25 tahun itu sempat membaca komentar julid netizen soal dirinya yang sering menjadi sopir Justin Hubner s…

Gibran, Sempat sempatnya Urusi Perundungan Korban MBG

Gibran, Sempat sempatnya Urusi Perundungan Korban MBG

Selasa, 22 Sep 2026 07:52 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 07:52 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka buka suara soal dugaan perundungan yang dilakukan oleh oknum pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (…

KPK Ungkap Ada Dana Operasional Fiktif Gubernur Tembus Triliunan rupiah

KPK Ungkap Ada Dana Operasional Fiktif Gubernur Tembus Triliunan rupiah

Selasa, 22 Sep 2026 07:50 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 07:50 WIB

SURABAYAPAGI.com – KPK masih melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana penunjang operasional di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua tahun 2…