SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya terkesan dengan pernyataan mantan terdakwa impor gula Tom Lembong. "Tuhan selalu berpihak dan memberikan jalan pada kebenaran. 'God work in the mysterious ways', Tuhan bekerja dengan cara-cara yang tak terduga," katanya usai bebas setelah mendapat abolisi dari Presiden Prabowo.
Kedengarannya pernyataan Tom Lembong mengejutkan. Pendeta saya pernah bilang saat kamu membiarkan Dia bekerja dengan cara-Nya sendiri, Tuhan bisa hadir dengan pewahyuan rohani waktu kamu sedang mengganti popok, membersihkan kamar, memperbaiki keran bocor, berkendara, dan bahkan saat sedang berbelanja.
Alasannya, Tuhan mau menjadi bagian dari seluruh hidup kita, bukan hanya satu jam di sana sini. Dia mau menjadi akrab dengan kita supaya Dia bisa hadir kapan saja dan dimana saja tanpa harus diatur dan tanpa harus mengubah kita menjadi seorang farisi. Dia mau mengenal kita seperti seorang sahabat.
Gamaliel berkata: “Janganlah bertindak apa-apa terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; bahkan mungkin ternyata kamu justru melawan Allah” (Kis 5:38-39). Gamaliel tidak membuat praandaian bahwa dia tahu segalanya tentang sikap dan perilaku Allah. Ia cukup rendah hati untuk “memperkenankan” Allah bekerja dengan cara-cara yang tak terduga-duga.
Tuhan mau saat Dia hadir, kita mau menyambut-Nya, menawarkan kursi dan memberi-Nya minum, saat Dia mulai menjelaskan isi hati-Nya kepada kita.
Kenapa Tuhan menunggu kita untuk melakukan semua hal-hal yang begitu suci supaya Dia hadir di depan kita? Karena kalau Dia melakukannya, sepertinya kita sedang mengatur Tuhan. Kita berpikir kalau saat kita melakukan ini dan itu, kita akan benar-benar mendengar Tuhan.
Tapi Tuhan tidak akan hadir dengan cara itu. Tuhan gak benar-benar peduli dengan kesopanan atau aturan buatan manusia atau sesuatu yang agamawi. Dia peduli tentang kebenaran dan karakter kita. Dan karakter itu terbentuk saat kita menjalaninya. Karakter dibentuk saat kita berteriak, menjerit dan menginjak-injak kaki kita.
Pesannya, sebanyak apapun kita membunyikan lonceng dan memanggil Tuhan seperti seorang penjual, Tuhan tidak akan benar-benar datang. Tapi Tuhan akan hadir saat Dia mau bicara. Kalau kita perlu mendengar sesuatu dari-Nya, maka Dia akan muncul. Kalau kita tidak siap, mungkin dia juga akan memilih diam.
Kita mau mendengar suara Tuhan karena kita mau melakukan kehendak-Nya. Kita perlu peka saat Tuhan berbicara. Jangan mengusir-Nya karena kita pikir itu hanyalah permainan pikiran kita saja. Bagaimanapun, dalam beberapa kasus, Tuhan hanya akan berbicara satu kali. Dan pesan-Nya bisa sangat penting.
Kalau Dia membisikkan pesan-Nya di telinga kita saat kita menonton film favorit kita, apakah kita akan mendengar-Nya? Kalau kamu mengharapkan Dia memasuki duniamu pada saat itu juga, maka kamu akan menyesuaikan telingamu untuk menangkap pesan-Nya.
Mungkin kamu butuh sentuhan dari Tuhan. Kamu bisa mengambil waktu untuk merenung dan mengingat Tuhan. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham