Bali Dilanda Banjir, Turis Masih Betah Berlibur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas mengevakuasi sejumlah wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali
Petugas mengevakuasi sejumlah wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali

i

Menko IPK AHY Tuding Ada Penyalahgunaan Tata Ruang Mengatasnamakan Pariwisata 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Bali, Kamis (11/9/2025).

Cuaca hingga sepekan depan, masih didominasi hujan ringan di sebagian besar kabupaten/kota, kecuali Denpasar yang diperkirakan cerah. Diperkirakan tidak ada hujan lebar seperti Selasa dan Rabu lalu.

Suhu udara berada pada kisaran hangat hingga sejuk di beberapa dataran tinggi, sementara tingkat kelembapan cukup tinggi sehingga udara terasa lembap.

BMKG memprediksi hujan masih akan mengguyur Bali hingga pekan depan.

"Untuk sepekan ke depan diprediksi hujan ringan yang terjadi di sebagian wilayah Bali," ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani kepada wartawan, Kamis (11/9/2025).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan penanganan banjir di Bali harus cepat. Dia juga menyinggung soal penyalahgunaan tata ruang, termasuk yang mengatasnamakan pariwisata.

"Kita tentu berduka atas apa yang terjadi di Bali beberapa hari terakhir ini. Ada banjir besar yang menerpa dan sekali lagi kita harus memberikan penanganan yang cepat," ujar menteri yang akrab disapa AHY itu dikutip dari Antara, Kamis (11/9/2025).

Menurut dia, pariwisata itu adalah persepsi. Ketika bagus alamnya dan juga tidak ada masalah apalagi tidak terkena bencana alam, ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Namun, sebaliknya ketika ada masalah-masalah lingkungan, ada masalah-masalah yang membuat tidak nyaman, maka akan mengganggu juga sekaligus mengurangi daya tarik sektor pariwisata di sana.

 

Banjir Kepung Denpasar

Banjir bandang mengepung Kota Denpasar, Bali sejak Rabu (10/9/25) dini hari sampai siang. Hampir semua sungai meluap, membawa gelondongan pohon, sampah, dan material rumah  ambrol. Sejumlah kabupaten juga melaporkan alami banjir dan longsor setelah hujan deras dari tengah malam sampai dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali belum merilis data pasti mengenai dampak bencana ini. Dari data sementara dan pantauan lapangan, puluhan rumah di sempadan sungai terlihat ambrol.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 14 orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam pencarian akibat banjir terjadi di Provinsi Bali.

Dan ada 562 warga yang mengungsi Jumlah itu berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Kabupaten dan Kota hingga Kamis (11/9) pukul 11.00 WIB.

Kondisi terparah di pusat kota, kawasan cagar budaya atau heritage yang menjadi pusat perdagangan. Di kawasan ini ada pasar tradisional terbesar Pasar Badung, Pasar Seni Kumbasari, dan pertokoan tekstil terbesar. Seluruh kawasan terendam sampai sepinggang, menyisakan lumpur tebal.

Banjir kali ini bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi, di mana pasar ramai pembeli dan warga sibuk menghaturkan sesajen serta bersembahyang.

 

Turis di Kuta Dievakuasi

Sejumlah wisatawan, hingga Kamis siang, masih ada yang terpantau dievakuasi oleh petugas dari dalam hotel menggunakan perahu karet.

Keterangan warga Denpasar, debit air hujan yang mengguyur sejak kemarin tidak sebanding dengan saluran yang ada. Air meluap dan banjir.

Sebanyak 4 wisatawan mancanegara asal Rusia yang menginap di tempat penginapan di Jalan Raya Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, terpaksa keluar dan masuk dari vila dan hotel menggunakan perahu karet akibat banjir.

Mereka dievakuasi ke tempat penginapan yang lebih aman. Basarnas tak menyebut identitas para bule itu.

"Ada 4 WN Rusia dievakuasi di Jalan Dewi Sri," kata Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya, Rabu malam (10/9).

Sementara itu, puluhan wisatawan mancanegara di sekitar Jalan Dewi Saraswari III, Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, terpaksa menggunakan perahu karet sebagai alat transportasi untuk masuk dan keluar hotel atau vila.

Salah satu karyawan hotel bernama Visto (25 tahun) mengatakan, para turis itu memang sudah jadwalnya untuk keluar atau masuk ke hotel dan vila. Pihak vila dan hotel menyediakan sekitar 1 buah perahu karet.

"Enggak (dievakuasi) sih karena waktunya ada check out dan ada yang check in," katanya.

Selain mengangkut turis, perahu karet ini juga digunakan sebagai alat mengangkut kebutuhan logistik hotel dan vila. Visto mengaku kawasan ini memang langganan banjir. Ketinggian banjir biasanya di bawah 1 meter namun kali ini ketinggiannya mencapai 1,5 meter.

 

Keputusan Turis New Zealand

Sementara itu, salah satu turis asing asal New Zealand bernama Billy Jade Tottder (perempuan, 40 tahun), memutuskan tetap menginap di salah satu hotel terdampak banjir.

Ini karena sudah telanjur memesan kamar untuk suami dan dua anaknya yang masih remaja. Walau pertama kali ke Bali, Billy mengaku tidak terkejut dengan situasi banjir. Dia menonton berita tentang curah hujan yang deras sejak Selasa (9/9) kemarin.

Billy, masih betah di Bali, dan berencana berwisata di Bali sekitar tiga pekan. Dia berencana keluar dari hotel tergantung situasi banjir di kawasan Seminyak. Dia selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Ubud, Kabupaten Gianyar.

Rabu sore (10/9/2025), hujan deras melanda Bali sejak Selasa (9/9). Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di Simpang Dewa Ruci, banjir, menyebabkan arus lalu lintas dari dan menuju Kuta serta Nusa Dua, Badung, lumpuh.

Petugas BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. "Selalu memantau update secara real time prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG melalui aplikasi InfoBMKG, dan akun sosial media resmi BMKG," jelas Andri, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani .

BMKG mencatat hujan intensitas ekstrem terjadi di Bali pada Selasa (9/9). Di antaranya di Jembrana dan Denpasar.

"Kondisi tersebut telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Bali. Sejumlah fenomena mempengaruhi dinamika atmosfer di antaranya aktifnya gelombang atmosfer Rossby equatorial mendukung pembentukan awan konvektif di wilayah Bali," kata Andri.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga hari ini dan hari berikutnya tren curah hujan diprediksi menurun.

Sementara Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III, Wayan Musteana menyebut, hujan lebat itu dipicu gelombang equatorial Rossby atau Rossby Ekuator. Aktifnya gelombang equatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat

“Bali saat ini sudah memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan,” kata Wayan Musteana.

Menurut BMKG, curah hujan yang tercatat di beberapa wilayah Bali masuk kategori lebat (lebih dari 50 mm/hari) hingga ekstrem (lebih dari 150 mm/hari). Tingginya kelembapan udara hingga lapisan 12 km mendukung terbentuknya awan hujan yang besar dan berlapis.

“Dari analisis dinamika atmosfer, kondisi ekstrem ini dipicu oleh aktifnya gelombang Ekuatorial Rossby,” jelas BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG memperkirakan hujan masih akan turun dalam beberapa hari ke depan, meski intensitasnya kemungkinan menurun. Namun, peringatan tetap dikeluarkan agar masyarakat waspada terhadap banjir susulan dan longsor. n wyn/pt/ant/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…