SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Imbas serangan siber pada 1 September lalu, Jaguar Land Rover (JLR) menjadi korban. Gegara hal itu, sejumlah data internal perusahaan ikut lumpuh bahkan operasi JLR secara global serta produksi mobil Land Rover pun ikut dihentikan sejak saat itu.
Diketahui, adanya serangan siber ini menyebabkan kerugian finansial yang diperkirakan mencapai jutaan poundsterling karena produksi mobil terhenti. Selain itu, operasional lain seperti penjualan di dealer, penyerahan mobil, dan pemesanan suku cadang juga terganggu.
Meskipun demikian, dealer JLR dilaporkan tetap beroperasi dan mencatat penjualan secara manual. Sementara itu, mayoritas pekerja di fasilitas produksi JLR di West Midlands, Merseyside, Slovakia, dan India diberitahu untuk tidak kembali bekerja. Para pekerja tetap mendapatkan bayaran dan akan diinformasikan setiap hari mengenai perkembangan situasi.
Menindaklanjuti kasus tersebut, pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian dan para ahli keamanan siber untuk memulihkan sistem internal mereka. Selama proses investigasi forensik, ditemukan bahwa "beberapa data" telah terpengaruh.
Lebih lanjut, JLR berjanji akan menghubungi pihak-pihak yang datanya terkena dampak, mengindikasikan bahwa data tersebut mungkin berhubungan dengan pelanggan dan berpotensi dicuri.
"Sebagai hasil dari investigasi yang sedang berlangsung, kami sekarang yakin bahwa beberapa data telah terpengaruh dan kami sedang menginformasikan regulator terkait," kata seorang juru bicara JLR, Jumat (12/09/2025).
Hingga saat ini, belum ada perkiraan pasti kapan sistem akan pulih sepenuhnya. Meskipun situs web publik JLR terlihat normal, fitur untuk konfigurasi mobil tidak berfungsi dan mengarahkan pembeli untuk membeli dari stok yang tersedia. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu