Wajib Kembalikan Jaspro, Eks Karyawan PDAM Kota Madiun hingga Ahli Waris Protes

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
PDAM Kota Madiun.
PDAM Kota Madiun.

i

SURABAYA PAGI, Madiun – Polemik pengembalian jasa produksi (jaspro) di PDAM Tirta Taman Sari (PDAM Kota Madiun) kian menuai kegelisahan. Tak hanya karyawan aktif, eks pegawai yang sudah pensiun bahkan ahli waris dari pegawai yang meninggal pun diwajibkan mengembalikan jaspro tahun 2021 dan 2022.

Kebijakan itu disampaikan dalam pertemuan eks karyawan di kantor PDAM Kota Madiun pada 13 September 2025. Dari daftar absensi, tercatat 60 nama purna tugas, termasuk empat ahli waris. Namun hanya sekitar 10 orang yang hadir.

“Yang diundang sekitar 60 orang. Tapi yang datang nggak lebih 10,” ungkap seorang eks karyawan yang enggan disebut namanya, Rabu (17/9/2025).

Menurutnya, banyak mantan pegawai resah dan bingung. Ada yang mengaku uang jaspro sudah habis, sementara ahli waris justru diminta menanggung pengembalian. “Banyak yang takut. Bahkan ada yang didatangi ke rumah dan disuruh bikin surat pernyataan jika tidak bersedia mengembalikan,” tambahnya.

Dasar pengembalian disebut mengacu pada rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melalui LHP 2023. Namun, sejumlah eks karyawan menilai tanggung jawab semestinya ada pada direksi, bukan pegawai. “Kalau prosesnya benar tapi ada temuan, itu tanggung jawab direksi. Kecuali dari awal salah, barulah karyawan bisa diminta mengembalikan,” tegas mantan pegawai yang sudah 35 tahun mengabdi.

Ia menjelaskan, pembagian jaspro kala itu melalui prosedur resmi: audit akuntan publik, rapat direksi bersama dewan pengawas, hingga persetujuan wali kota selaku kuasa pemilik modal. Karena itu, ia menuntut transparansi atas nominal yang diminta kembali.
“Harus jelas, apakah sesuai dengan daftar penerimaan yang dulu kami tanda tangani. Arsipnya ada di bagian keuangan PDAM,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Kota Madiun, Suyoto, enggan memberi penjelasan. Saat didatangi di kantornya, Rabu (17/9/2025) pukul 14.35 WIB, ia tak berada di tempat. Pertanyaan melalui WhatsApp hanya dibalas singkat: “Mohon maaf. Sementara no comment.” (man)

Berita Terbaru

Hakim Militer Jadwalkan Periksa Aktivis kontras di RS

Hakim Militer Jadwalkan Periksa Aktivis kontras di RS

Kamis, 07 Mei 2026 06:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:11 WIB

SURABAYAPAGI : Hakim mengatakan jika Andrie tak bisa hadir secara fisik maka majelis yang akan datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan di tempat.…

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

SURABAYAPAGI : Kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kabar pencabutan sertifikat mualaf kliennya oleh…

MUI dan PBNU, Gusar Pemerkosaan Santriwati di Ponpes

MUI dan PBNU, Gusar Pemerkosaan Santriwati di Ponpes

Kamis, 07 Mei 2026 05:54 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:54 WIB

SURABAYAPAGI : Kini MUI dan PBNU, mulai gusar atas peristiwa pemerkosaan santriwati di Ponpes Pati. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas…

Menag Tegaskan Kekerasan Seksual Cederai Martabat Kemanusiaan

Menag Tegaskan Kekerasan Seksual Cederai Martabat Kemanusiaan

Kamis, 07 Mei 2026 05:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan tak ada toleransi bagi kekerasan seksual."Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan…

Kompolnas Diperkuat, Studi Kasus AKBP Polda Jatim

Kompolnas Diperkuat, Studi Kasus AKBP Polda Jatim

Kamis, 07 Mei 2026 05:46 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:46 WIB

SURABAYAPAGI : Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan Presiden Prabowo Subianto setuju Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)…

OJK pun Dihantui Arus Dana Keluar, Apalagi Pemerintah

OJK pun Dihantui Arus Dana Keluar, Apalagi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 05:40 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI : Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Tanah Air saat ini masih dihantui oleh arus…