SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, resmi menjadi satu-satunya perwakilan Kota Surabaya dalam ajang Kelurahan Bersinar Jatim Award (KBJA) 2025, sebuah penghargaan yang diberikan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur kepada kelurahan dengan komitmen tinggi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Terpilihnya Wonorejo tidak terlepas dari keberhasilan mereka menjalankan pendekatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), yang memfokuskan pada pelibatan aktif seluruh warga dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba.
Di bawah kepemimpinan Lurah Ari Hardini, Kelurahan Wonorejo menggerakkan berbagai lapisan masyarakat melalui program-program edukatif dan preventif. “Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungannya dari ancaman narkoba, bukan hanya menjadi penonton,” ungkap Ari Hardini. Pernyataan ini mencerminkan semangat kolaboratif yang menjadi pondasi dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan. Mulai dari sosialisasi bahaya narkoba di tingkat RT/RW dan Karang Taruna, seluruh kegiatan diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif akan bahaya narkoba. Edukasi juga menyasar anak-anak usia dini melalui TK dan PAUD, dengan pendekatan yang ramah dan komunikatif.
Wonorejo juga aktif menggelar sosialisasi tematik dengan menggunakan stiker, brosur, serta kampanye langsung di masyarakat. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah penyuluhan tentang gerakan anti narkoba serta edukasi visual melalui display jenis-jenis narkoba. Kampanye ini bahkan disisipkan dalam berbagai kegiatan lingkungan seperti tanam mangrove, olahraga bersama, serta bersih-bersih sungai yang melibatkan BNNK, DLH, DKPP, hingga BPBD. Dengan pendekatan yang tidak menggurui, edukasi disampaikan melalui cara yang menyenangkan.
Dalam upaya rehabilitasi dan pendampingan, Wonorejo memiliki lima Agen Pemulihan (AP) yang telah dilatih oleh BNN Kota Surabaya. Agen-agen ini menjadi ujung tombak dalam mendampingi para klien, terutama yang berusia 20–40 tahun, baik mereka yang baru mencoba maupun pengguna lama. Meskipun menghadapi tantangan berupa stigma dari lingkungan sekitar, para agen terus melakukan pendekatan yang humanis dan penuh empati. Untuk memperkuat proses pemulihan, Kelurahan Wonorejo juga menyediakan Posko Kelurahan Bersinar sebagai ruang berkumpul, berbagi cerita, dan melakukan aktivitas positif bersama. Tujuannya adalah agar para klien tidak merasa sendiri dan mampu kembali menjalani kehidupan normal dengan dukungan komunitas.
Salah satu inovasi lokal yang juga menjadi program unggulan adalah SOTH (Sekolah Orang Tua Hebat). Melalui program ini, orang tua diajak untuk meluangkan waktu bersama anak-anak mereka tanpa gadget. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan keluarga sebagai benteng pertama dari ancaman narkoba. Pendekatan berbasis keluarga ini dinilai sangat efektif dalam membangun ketahanan sosial dari rumah ke lingkungan sekitar.
Wonorejo juga dikenal aktif dalam membentuk Satgas Anti Narkoba di tiap RW, serta memiliki Satgas Tanggap Bencana yang telah meraih penghargaan terbaik kedua di tingkat Kota Surabaya. Dengan jumlah penduduk mencapai 6.729 kepala keluarga, kolaborasi antarwarga, relawan, serta aparat kelurahan menjadi kekuatan utama dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, terdapat lebih dari 10 penggiat P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika) yang secara rutin melakukan edukasi langsung dari rumah ke rumah, serta memanfaatkan ruang publik seperti taman kota sebagai media penyuluhan.
Keberhasilan Wonorejo tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk BNNK, DLH, DKPP, dan BPBD. Berbagai kegiatan sosial seperti penanaman pohon, kampanye lingkungan, dan edukasi narkoba digelar secara serentak untuk menyentuh semua lapisan masyarakat. Dukungan pendanaan pun datang dari banyak instansi yang turut memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan yang dijalankan kelurahan ini.
Menjelang penilaian dalam Kelurahan Bersinar Jatim Award 2025, Wonorejo telah menyiapkan diri dengan matang. Ajang ini akan menilai kelurahan berdasarkan enam indikator utama dan 26 variabel, termasuk komitmen pimpinan wilayah, inovasi program, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan kegiatan. Wonorejo hadir sebagai kandidat kuat, tidak hanya karena programnya yang inovatif, tetapi juga karena konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaannya.
Dengan semangat kolaboratif, inovasi yang berkelanjutan, dan komitmen tinggi dari semua pihak, Wonorejo tidak hanya menjadi wakil Surabaya di KBJA 2025, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kelurahan lain dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bersinar dari narkoba.sby-01/raf
Editor : Redaksi