SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sempat viral di media sosial (medsos) fenomena waterspout atau angin puting beliung yang terjadi di tengah laut terjadi di pantai Drajid Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun Lumajang memicu kecemasan dan ketakutan warga dan wisatawan yang berada di pantai.
Beruntung angin tidak mengarah ke tepi pantai sehingga tidak menimbulkan dampak kerusakan, lantaran titik fenomena waterspout berjarak kurang lebih 1000 meter dari pesisir dan tidak menimbulkan dampak.
Menurut saksi mata fenomena waterspout itu terjadi saat kondisi cuaca mendung. Angin puting beliung atau water spout membentuk lingkaran cukup besar dan berjalan mengarah ke barat daya dengan durasi sekitar 10 menit.
"Awalnya mendung kemudian ada angin puting beliung muter muter di tengah laut dan besar sekali hingga ke pinggir pantai dan mengarah ke barat daya," ujar salah satu warga setempat Marholah, Selasa (21/10/2025).
Meski demikian, BPBD meminta masyarakat untuk lebih waspada lantaran saat ini memasuki musim pancaroba atau masa peralihan dari musim kemarau ke penghujan sehingga dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem.
"Hasil asesmen kami tidak ada dampak kerusakan akibat angin putting beliung atau waterspout yang terjadi di Pantai Drajid. Meski demikian kami menghimbau kepada warga dan wisatawan tetap waspada," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono.
Sementara itu diketahui, adanya fenomena waterspout bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya ketidakstabilan atmosfer hingga pertumbuhan awan cumulonimbus. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu