SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Kota Madiun, dr. Tauhid Islamy, berjanji akan mengundang seluruh orang tua atlet tenis lapangan yang berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur untuk duduk bersama membahas persoalan pemotongan bonus atlet.
Dalam pesan yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, Tauhid menyebut pertemuan tersebut akan digelar setelah dirinya kembali dari Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk meluruskan sejumlah hal terkait dugaan pemotongan bonus sebesar 40 persen yang dilakukan pengurus Pelti.
Tauhid mengaku persoalan ini telah ia sampaikan secara berjenjang kepada KONI Kota Madiun, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora), serta Wali Kota Madiun.
“Saya sudah melapor kepada KONI, Dispora, dan Bapak Wali Kota. Insyaallah beliau-beliau sudah memahami duduk permasalahannya dan proses yang melandasinya. Sepulang dari Jakarta kami akan duduk bersama orang tua atlet untuk meluruskan beberapa hal,” ujar Tauhid.
Namun, saat dikonfirmasi mengenai kebenaran adanya pemotongan bonus atlet, Tauhid enggan memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyampaikan bahwa situasi saat ini masih kondusif.
“Insyaallah semua kondusif dan dilandasi niat baik untuk pengembangan atlet secara berkesinambungan,” singkatnya.
Sebelumnya, sejumlah atlet tenis lapangan Kota Madiun yang berprestasi di ajang Porprov IX Jawa Timur mengeluhkan adanya pemotongan bonus sebesar 40 persen oleh pengurus Pelti.
Pemotongan tersebut disebut dilakukan secara sepihak tanpa penjelasan resmi, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan atlet yang telah berjuang membawa nama daerah di tingkat provinsi. man
Editor : Moch Ilham