SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menjelang penutupan tahun 2025, dunia otomotif nasional masih berada dalam fase menantang. Meski demikian, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menegaskan tidak akan mengubah proyeksi penjualan mobil nasional yang sejak awal dipatok di angka 850 ribu unit.
Lebih mengejutkan lagi, target tersebut tetap menjadi acuan resmi asosiasi dan hingga kini belum ada pembahasan untuk melakukan revisi. Dan angka itu masih realistis jika seluruh pelaku industri mampu mengoptimalkan momentum penjualan di sisa waktu tahun ini.
“Bukan 900 ribu, kan kita target 850 ribu,” ujar Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, Minggu (23/11/2025).
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan internal untuk mengubah target tersebut. Putu menyebut memang sedari awal target Gaikindo mencapai 850 ribu unit hingga akhir tahun.
“Belum (berencana revisi target), sejak awal target kami memang sudah 850 ribu,” lanjutnya.
Meski demikian, Gaikindo bersikap realistis melihat kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih. Putu memproyeksikan realisasi penjualan kemungkinan berada sedikit di bawah target, yakni di kisaran 800 ribu unit.
“Ya, dekat-dekat 800, lah. Diproyeksikan seperti itu. Kita berusaha keras,” tegasnya.
Pihaknya terus optimisme dengan mengandalkan berbagai stimulus penjualan, salah satunya melalui pameran otomotif seperti GJAW 2025. Diantaranya mendorong transaksi melalui skema pembiayaan yang lebih ringan serta program promo agresif dari para peserta pameran.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan wholesales mobil nasional periode Januari–Oktober 2025 tercatat sebanyak 633.844 unit. Sementara penjualan retail berada di level 660.659 unit. Kedua capaian itu mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada Januari–Oktober 2024, penjualan wholesales mencapai 711.064 unit dan retail 731.113 unit. Artinya, terjadi selisih penurunan masing-masing sebesar 75.220 unit dan 70.454 unit. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu