Viral Gelondongan Kayu Diduga Ilegal Logging, Legislator Kaget

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gelondongan kayu ikut terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Gelondongan kayu dengan jumlah banyak itu menjadi sorotan publik.
Gelondongan kayu ikut terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Gelondongan kayu dengan jumlah banyak itu menjadi sorotan publik.

i

SURABAYAPAGI.COM, Medan - Gelondongan kayu ikut terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Gelondongan kayu dengan jumlah banyak itu menjadi sorotan publik.

Hingga Minggu (30/11) Video gelondongan kayu terbawa arus banjir masih viral di media sosial. Banyak warganet yang mengaitkan gelondongan kayu itu dengan praktik ilegal logging yang memperparah banjir dan longsor.

Gelondongan kayu dengan jumlah banyak itu menjadi sorotan publik.

Video gelondongan kayu terbawa arus viral di media sosial. Banyak warganet yang mengaitkan gelondongan kayu itu dengan praktik ilegal logging yang memperparah banjir dan longsor.

Banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Hingga saat ini belum diketahui asal usul gelondongan kayu tersebut.

 Banjir bandang membawa muatan gelondongan kayu itu di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga. Hingga saat ini belum diketahui asal usul gelondongan kayu tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman, terkejut melihat gelondongan kayu saat banjir dan longsor.

Legislator PDIP itu mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat dengan Kementerian Hutan (Kemenhut) RI membahas banjir hingga longsor yang terjadi di utara Pulau Sumatera. Komisi IV DPR disebut juga akan mendalami temuan gelondongan kayu di Sumatera Utara hingga Sumatera Barat yang terbawa arus banjir.

"Iya, Komisi IV akan rapat dengan Kemenhut perihal tersebut pada hari kamis 4 Desember," kata Alex dikonfirmasi, Minggu (30/11/2025). Alex menjawab soal temuan kayu gelondongan imbas banjir Sumut-Sumbar.

 

Gelondongan Kayu  Berserakan

Dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025) tak hanya di Sumut, gelondongan kayu juga berserakan di pantai Air Tawar, Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kayu gelondongan berserakan di sepanjang pantai pascabanjir bandang.

Tumpukan ini menjadi bukti kuatnya terjangan air yang membawa material dari kawasan hulu hingga pesisir.

Material kayu yang terbawa arus banjir bandang dan kini memenuhi garis pantai. Pemandangan ini menunjukkan dampak nyata banjir bandang beberapa hari terakhir di Padang.

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyoroti viralnya kayu gelondongan yang berserakan terbawa banjir di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Ia meminta pemerintah membentuk tim investigasi untuk menjawab pertanyaan masyarakat.

Komisi IV DPR RI akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Kehutanan membahas persoalan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatera Utara. Rapat akan digelar Kamis pekan depan.

"Hari Kamis akan ada RDP masalah banjir ini di Kemenhut," kata Wakil Ketua (Waka) Komisi IV DPR Panggah Susanto saat dihubungi, Minggu (29/11/2025).

Selain banjir dan longsor, Panggah mengatakan, DPR juga akan mempertanyakan asal usul kayu gelondongan yang viral terbawa hanyut banjir.

Diketahui, rekaman video memperlihatkan kayu-kayu gelondongan terbawa arus banjir. Video itu diduga berasal dari Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sejumlah warganet mengaitkan kayu-kayu tersebut dengan fenomena deforestasi di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir.

 

Keterangan Kemenhut

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi beredarnya video kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di Sumatera Utara. Kemenhut menduga kayu gelondongan itu berasal dari pemegang hak atas tanah (PHAT) yang berada di area penggunaan lain (APL).

"Kita deteksi bahwa itu dari PHAT di APL. PHAT adalah pemegang hak atas tanah. Di area penebangan yang kita deteksi dari PHAT itu di APL, memang secara mekanisme untuk kayu-kayu yang tumbuh alami itu mengikuti regulasi Kehutanan, dalam hal ini adalah SIPPUH, Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan," kata Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho, dilansir Antara, Sabtu (29/11/2025).

Dia mengatakan, dugaan sementara, kayu tersebut bekas tebangan yang sudah lapuk hingga terbawa arus banjir. Meski begitu, kata dia, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim Gakkum Kemenhut mengingat banjir masih terjadi sampai saat ini.

Dwi mengatakan Gakkum Kemenhut memang kerap melakukan operasi membongkar modus operandi pencurian kayu ilegal hasil pembalakan liar melalui PHAT. Termasuk, menemukan sejumlah kasus di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang saat ini tengah mengalami banjir.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kayu tersebut berasal dari hasil pencurian kayu ilegal melalui skema PHAT, Dwi mengatakan pihaknya tak dapat mengesampingkan potensi kayu tersebut berasal dari modus serupa. n md/ant/rmc

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…