SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Tumpahan air minum di mobil biasanya hanya menimbulkan karpet lembap atau bau tak sedap. Namun bagi seorang pemilik Hyundai Ioniq 5 di Amerika Serikat, Mike McCormick, kejadian sepele itu justru berubah menjadi mimpi buruk yang membuat mobil listriknya rusak parah.
Dilansir dari Carscoops, Senin (1/12), insiden bermula ketika McCormick tengah berkendara di jalan bebas hambatan. Lalu lintas tiba-tiba melambat, membuatnya mengerem mendadak. Botol air yang berada di cupholder belakang terpental ke depan dan jatuh ke lantai kabin. Air dari botol tersebut kemudian merembes ke sejumlah konektor pada wiring harness.
Beberapa menit setelah kejadian, berbagai lampu peringatan bermunculan di panel instrumen. Tak berhenti di situ, lampu sein mobil juga mendadak tidak berfungsi. Ketika sampai di rumah, McCormick bahkan tidak bisa mematikan mobilnya.
Setelah dibawa ke bengkel resmi, Hyundai menyimpulkan bahwa kerusakan disebabkan oleh "faktor eksternal", bukan cacat produksi. Dengan demikian, seluruh biaya perbaikan harus ditanggung pemilik.
Tidak menyerah, McCormick kemudian mengajukan klaim ke perusahaan asuransi State Farm. Namun sayangnya, klaim tersebut juga ditolak. State Farm beralasan bahwa kerusakan pada kabel dianggap terjadi secara bertahap, bukan akibat satu insiden tumpahan air saja.
Akibatnya, McCormick harus membayar sendiri biaya perbaikan yang nilainya diperkirakan cukup besar, mengingat komponen listrik pada mobil listrik modern memiliki rangkaian yang kompleks dan sensitif. jkt-02/gfr
Editor : Redaksi