SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mengembangkan usaha sesuai kearifan lokal yang menjadi keunggulan daerah masing-masing di Kota Madiun, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat endorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di wilayah tersebut untuk berkembang dan maju.
Pasalnya, tiap KKMP di 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun bisa mengamati apa yang menjadi potensi di daerahnya. Sehingga, dapat mendorong masing-masing KKMP di Kota Madiun untuk berkreasi.
Dengan mengetahui keunggulan lewat kearifan lokal masing-masing, diharapkan KKMP bisa terus bersaing dan eksis untuk kemudian dikembangkan menjadi peluang usaha lewat koperasi guna mendongkrak kegiatan perekonomian warga kelurahan setempat.
"Seperti di KKMP Banjarejo ini. Selain usaha jual beli sembako yang lebih murah untuk menekan inflasi, usaha koperasinya bisa ditambah mengelola Kampung Jepang yang saat ini sedang proses pengerjaan. Jadi nanti mengelola jual-beli sembako juga mengelola tempat wisata," jelas Wali Kota Madiun Maidi, Senin (08/12/2025).
Diketahui, saat ini sudah ada 27 unit KKMP di Kota Madiun yang berbadan hukum, namun baru 11 unit yang telah beroperasi. Di antaranya, KKMP Nambangan Lor dengan usaha gerai kebutuhan pokok dan UMKM sekitar, KKMP Winongo dengan usaha mengelola Kampung Inggris Winongo, KKMP Demangan beroperasi di kawasan Taman Hijau Demangan dan menjual bahan pangan serta sayuran, KKMP Oro-Oro Ombo dengan usaha jual beli kebutuhan pokok, LPG, dan berencana membentuk bank sampah, serta sejumlah koperasi merah putih di kelurahan lainnya.
Usaha yang terus dikembangkan pun tidak hanya sembako, tetapi juga akan ada pom mini dan pengisian air isi ulang. Selain itu pengelolaan wisata Kampung Jepang. Dan KKMP Banjarejo saat ini beranggotakan sebanyak 85 orang. Setiap anggota dikenakan iuran wajib sebesar Rp100 ribu. Dana digunakan untuk modal usaha koperasi. Pihaknya juga membuka kesempatan untuk berinvestasi. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu