SURABAYAPAGI, Banyuwangi - Melihat sejak 2021 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi telah berkantor di 110 desa atau lebih dari separuh jumlah desa di Banyuwangi yang mencapai 189 desa, kini, pihaknya berhasil menuntaskan permasalahan di tingkat desa melalui program ‘Bunga Desa’ yang dilaksanakan sejak 2021 silam.
"Dalam program Bunga Desa ini ada berbagai layanan publik dihadirkan, dan kami juga melihat langsung potensi satu per satu di desa, termasuk mengetahui permasalahan sekaligus mencari solusi persoalannya," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (09/12/2025).
Lebih lanjut, Bupati Ipuk menggeber berbagai kegiatan mulai kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, infrastruktur, UMKM, pengembangan potensi desa, dialog dengan warga dan tokoh masyarakat serta beragam program lainnya.
Sedangkan untuk di Desa Jelun, digelar pelayanan kesehatan gratis, sarasehan kesehatan mental oleh psikolog untuk para lansia, dan dalam pemeriksaan kesehatan gratis ini, juga terdapat layanan dokter spesialis (penyakit dalam dan geriartri).
"Jadi, ketika diperiksa terdapat indikasi gangguan kesehatan, bisa langsung diperiksa dan ditangani oleh dokter spesialis," katanya.
Pemerintah Banyuwangi kini secara bergilir menghadirkan layanan dokter spesialis di puskesmas agar warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit. Selain itu, Bupati Ipuk juga menyalurkan program sosial seperti bedah rumah untuk warga tak layak huni, bantuan alat usaha Warung Naik Kelas (Wenak), bantuan sembako, serta santunan untuk anak yatim.
Sementara di sektor pendidikan, kata Ipuk, juga digelar berbagai kegiatan di SMPN 1 Licin mulai pembelajaran coding dan AI untuk guru, pelatihan Smart Gasing PISA bagi guru, edukasi kebencanaan bagi siswa oleh BPBD, parenting oleh psikolog untuk wali murid SMP.
Diketahui, Program Bunga Desa juga menyediakan beragam layanan administrasi publik seperti Adminduk (KTP, KK, Identitas Anak), HAKI, perizinan/NIB, klinik UMKM, rekomendasi SDA dan register Hippam, PBB, pembayaran pajak daerah dan kendaraan bermotor, serta layanan BPJS Ketenagakerjaan.
"Apa yang menjadi aspirasi warga kami tampung, dan kami carikan solusinya. Penyelesaiannya ada yang butuh waktu seperti masalah infrastruktur, ada yang bisa langsung kami eksekusi," kata Ipuk. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu