SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang menghadapi masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Terminal Tipe A Purboyo Madiun, melakukan tes urine untuk tes narkoba dan cek kesehatan bagi para sopir bus serta ramp check kendaraan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama puncak mobilitas di momen libur panjang tersebut.
Untuk sasaran utama cek kesehatan tersebut diantaranya adalah para kru bus, namun komunitas terminal lainnya seperti sopir taksi, ojek, pedagang kios, hingga agen juga turut menjalani pemeriksaan, yang berlangsung setiap hari di Gedung B selama masa angkutan Nataru 2025/2026, meliputi cek tekanan darah, tes asam urat, kolesterol, trigliserida, hingga gula darah.
"Ini sudah mendekati kegiatan Nataru, jadi kita bekerja sama dengan Dinkes Kota Madiun untuk melakukan tes kesehatan. Yang terutama kru bus, tapi komunitas terminal lainnya juga ikut. Tujuannya untuk memastikan mereka benar-benar fit sebelum dan selama bertugas," jelas Kepala Terminal Tipe A Purboyo Madiun Ali Imron, Kamis (11/12/2025).
Lebih lanjut, pihaknya menyebut jumlah armada yang beroperasi saat libur panjang di Terminal Purboyo Madiun dapat mencapai 800 unit, terutama rute Surabaya dan Yogyakarta. Karena itu pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba bagi para sopir menjadi kewajiban.
"Tujuan pemeriksaan ini memastikan para sopir tidak terlibat narkoba. Tes urine dilakukan untuk ratusan pengemudi. Kalau semuanya diperiksa tentu waktunya tidak cukup karena jumlah driver bisa mencapai 700 orang," katanya.
Pihaknya juga baru saja melaksanakan ramp check bersama Ditlantas Polda Jatim, didampingi Satlantas Polres Madiun Kota. Pemeriksaan itu khusus dilakukan untuk armada tambahan yang akan beroperasi saat arus balik masa nataru. Pasalnya diprediksi puncak arus balik diperkirakan tanggal 4 Januari 2026 mendatang.
Diketahui, dari uji sampel sejumlah sopir bus di Terminal Purboyo Madiun yang mengikuti cek kesehatan, petugas memastikan seluruhnya dalam kondisi aman tidak terlibat narkoba. Meski ada beberapa temuan tekanan darah tinggi akibat aktivitas yang tinggi, namun masih dalam batas normal. Tim kesehatan meminta para sopir untuk beristirahat dulu sebelum mengemudikan bus. md-03/dsy
Editor : Desy Ayu