SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pada Jumat pagi, TNI dan Polri masih terus berjaga di lokasi pengeroyokan dua debt collector atau 'mata elang' di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel). Ini untuk memastikan kondisi aman bagi masyarakat yang melintas.
Petugas kepolisian masih tampak berjaga di lokasi. Mereka mendirikan tenda-tenda yang menjadi tempat pos para petugas.
Sebelumnya, kericuhan yang terjadi seusai pengeroyokan dua debt collector atau 'mata elang' di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), menyebabkan kios hingga sepeda motor dibakar massa. Total ada 9 kios dan 6 sepeda motor yang dibakar.
Sebelumnya, terjadi pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, hingga menewaskan dua penagih utang atau mata elang dan menyebabkan kemacetan lalu lintas, Kamis (11/12) malam
Polisi mengungkap para terduga pelaku pengeroyokan dua orang debt collector atau mata elang 'matel' di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel) berujung maut. Pelaku pengeroyokan diduga rekan pengendara motor yang tidak terima ditagih cicilan.
"Berawal dari adanya istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor, yang indikasinya belum bayar kredit. Dari pemilik kendaraan ini, dia tidak menerima, selanjutnya dia memanggil teman-temannya kurang lebih ada 8 orang yang menurut informasi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
Para terduga pelaku pengeroyokan terhadap kedua mata elang tersebut. Akibatnya, satu orang matel meninggal dunia di lokasi kejadian, satu orang lainnya meninggal di rumah sakit.
"Selanjutnya kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal dunia di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujarnya.
Namun demikian, hingga kini penyidik gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan. Pihak kepolisian akan mengusut kasus tersebut.
Anggota Brimob Lakukan Penyisiran
Anggota Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk melakukan penyisiran buntut pengeroyokan yang menewaskan seorang mata elang (matel) dan aksi pembakaran tenda PKL hingga motor di Kalibata, Jakarta Selatan.
Penagih utang alias mata elang (matel) yang tewas akibat dikeroyok massa di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/12), bertambah jadi dua orang.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan korban pertama tewas di lokasi kejadian, korban kedua meninggal dunia di rumah sakit.
"Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit," ujar Nicolas kepada wartawan, Jumat (12/12).
Menurut Nicolas, penyebab pengeroyokan dipicu oleh utang kredit sepeda motor.
"Kami dari sore sampai malam hari ini menangani perkara berawal dari adanya, istilahnya mata elang, mau menagih kendaraan sepeda motor yang indikasinya belum bayar kredit," kata dia.
Nicolas menyebut pemilik kendaraan yang sbelum menerima uang mengerahkan temannya untuk menagih. Namun, dua orang yang bertugas menagih utang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia.
Dalam peristiwa tersebut, kelompok dari dua korban itu meminta pertanggungjawaban atas pengeroyokan yang dialami temannya. Sementara warga sekitar juga meminta agar pelaku pengeroyokan segera diserahkan ke polisi.
"Kami dari pihak Polda Metro Jaya, Polres dan Polsek, dan juga Brimob, kami berusaha untuk mengamankan warga yang ada di sini, supaya tidak ada kelompok tersebut karena mereka sudah berencana untuk mau membalas," ucap Nicolas.
Polisi langsung dikerahkan pada Kamis (11/12) malam untuk berjaga di lokasi kejadian. Kepolisian juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan untuk memadamkan api akibat kios-kios yang dibakar oleh massa
Kepolisian Sudah Antisipasi
"Ya, kita akan melakukan penyisiran. Kita akan melihat kelompok-kelompok mana yang ada supaya mereka segera bubar. Kami berharap warga masyarakat jangan main hakim sendiri," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan, Kamis (11/12).
"Personil Polri dari Brimob Kwitang dan juga dari Sat Samapta, dari Direktorat Samapta Polda serta Sat Samapta Polres dan juga Polsek sudah berada di TKP. Dan kita mengamankan TKP ini dan kami berharap warga masyarakat tidak lagi khawatir," sambungnya.
Nicolas menyebut perusakan dan pembakaran tenda PKL hingga motor itu merupakan buntut dari aksi pengeroyokan yang menewaskan seorang matel.
"Akibat dari itu yang korban ini mempunyai teman-teman kurang lebih 80 sampai 100 orang tiba-tiba datang, sebenarnya kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi itu, namun kekuatan pada saat itu yang tiba-tiba datang kurang lebih 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar tempat ini," ucap dia.
Menurut Nicolas, saat ini pihaknya masih menyelidiki aksi pengeroyokan yang menewaskan satu orang matel dan satu lainnya luka berat. Selain itu, kata dia, pihaknya juga turut menyelidiki aksi perusakan dan pembakaran tenda PKL.
"Anggota Reskrim kita masih dalam, dan Polda serta Polsek masih kolaborasi untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan juga kami akan mengungkap pengerusakan yang terjadi di sekitar sini," ujarnya.
Sepeda motor Distop
Dua pria yang berprofesi sebagai mata elang (matel) menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal di Kalibata, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (11/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat pengeroyokan itu, satu orang meninggal dunia.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan peristiwa bermula saat kedua matel itu menghentikan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.
"Kronologisnya, tadi ada salah satu pengguna sepeda motor lah. Nah, sepeda motor tiba-tiba distop oleh teman-teman ini. Setelah distop, diberhentiin lah, biasa. Nah, baru diberhentiin, ini menurut keterangan saksi, baru diberhentiin terus, dari pengguna jalan yang lain keluar dari mobil," kata Mansur
Mansur menyebut aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut. Kata dia, aksi pengeroyokan berlangsung cepat.
"Tiba-tiba datenglah mobil yang pengendara mobil di jalan juga. Pengendara mobil enggak tahu dari mana tiba-tiba turun untuk membantu. Terus dipukulinlah si matel itu," ujarnya.
Mansur menyebut para pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian setelah melakukan aksi pengeroyokan. Pemotor yang sempat diberhentikan oleh kedua korban, juga langsung meninggalkan lokasi kejadian. n jk/erc/cr4/rmc
Editor : Moch Ilham