SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, "main hakim sendiri" (menghakimi sesama secara sembrono, munafik, atau sombong) adalah dosa karena hanya Allah yang berhak menjadi Hakim Agung. Sementara manusia seharusnya mengasihi, membangun, menegur dengan kasih, dan berserah pada keadilan ilahi, bukan merasa lebih benar atau mencela hukum Tuhan. Ayat kunci seperti Yakobus 4:11-12 dan Matius 7:1 menegaskan bahwa orang percaya dilarang menghakimi sesamanya seperti hakim, tetapi diperintahkan untuk mengasihi dan membangun.
Yakobus 4:11-12 memberi peringatan agar orang percaya tidak saling memfitnah atau menghakimi sesama, karena tindakan tersebut sama saja dengan mencela hukum Allah, bukan menaatinya; hanya Allah, sang Pencipta hukum dan Hakim tunggal, yang berkuasa menghukum atau menyelamatkan, dan manusia tidak memiliki hak untuk mengadili sesamanya.
Yakobus menekankan bahwa setiap orang memiliki tugas untuk menaati hukum, bukan menjadi hakim atas orang lain, karena hanya Allah yang memiliki otoritas penuh sebagai Hakim yang dapat membinasakan atau menyelamatkan.
Bila kita perhatikan dengan saksama bacaan kita, maka kita temukan dua hal penting yang disampaikan Rasul Yakobus yaitu : hal memfitnah dan hal menghakimi.
Yang pertama, secara umum, fitnah adalah kebohongan yang tak punya dasar kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang lain. Fitnah seringkali dilakukan orang dengan mencela dan menilai orang lain sebagai yang tidak selaras dengan nilai Alkitab. Padahal nilai yang dibicarakannya bukanlah pengajaran Alkitab, melainkan prinsip hidupnya sendiri. Rasul Yakobus menyandingkan fitnah dengan menghakimi. Orang yang melakukan fitnah adalah pencela hukum.
Yang kedua, menghakimi adalah masalah kesombongan. Seseorang menempatkan dirinya sebagai hakim, menganggap diri lebih tinggi, lebih tahu dan lebih sempurna dari pada orang lain. Padahal dirinya punya banyak kelemahan dan dosa.
Saya pelajari konsep "Main Hakim Sendiri" dalam Alkitab menghakimi sesama berarti merasa diri lebih benar dan seolah-olah mengubah hukum Tuhan, padahal tugas manusia adalah menaati hukum kasih. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham