Berusia hampir 1 Abad: Waduk Pacal Jadi Sumber Kehidupan Warga Bojonegoro

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Waduk Pacal yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. SP/ BJN
Waduk Pacal yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. SP/ BJN

i

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Meski usianya hampir satu abad, Waduk Pacal yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro ini hingga kini masih menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Bojonegoro. Pasalnya, bagi warga, Waduk Pacal adalah simbol kemakmuran air yang menopang kehidupan sehari-hari. 

Bendungan tua ini merupakan saksi bisu pembangunan era Hindia Belanda, yang hingga saat ini tetap kokoh dan memiliki daya tarik ganda, selain menjadi penopang utama irigasi pertanian setempat, juga menjadi daya tarik bagi bagi wisatawan, lantaran menyuguhkan panorama alam Bojonegoro yang alami dan autentik.

Diketahui, pembangunan waduk dimulai pada 1927 dan rampung pada 1933. Sejak saat itu, Waduk Pacal menjadi jantung sistem irigasi yang membantu meningkatkan produktivitas pertanian warga hingga sekarang dan terbuka untuk umum selama 24 jam, Senin (15/12/2025).

Meskipun demikian, aktivitas wisata dianjurkan dilakukan pada pagi hingga sore hari untuk keamanan dan kejelasan medan. Untuk harga tiket masuk sangat terjangkau, berkisar Rp 5.000-Rp 10.000 per orang. Sedangkan biaya parkir disesuaikan jenis kendaraan, dan beberapa tarif sudah termasuk asuransi pengunjung. Pada hari libur besar, harga dapat sedikit berbeda mengikuti kebijakan pengelola local.

Sebagai destinasi wisata alam, Waduk Pacal menawarkan beragam aktivitas yang menggabungkan rekreasi air, panorama perbukitan, dan nilai sejarah bangunan waduk. Berbagai fasilitas dasar juga tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung selama menikmati kawasan ini.

Selain sebagai destinasi wisata, Waduk Pacal memiliki nilai edukasi tinggi, terutama bagi pelajar dan mahasiswa yang tertarik mempelajari sejarah kolonial, ekosistem waduk, hingga manajemen sumber daya air. Beberapa lembaga pendidikan kerap mengadakan penelitian atau kunjungan lapangan ke wilayah ini. Sehingga, masyarakat sekitar berperan besar dalam menjaga ekosistem waduk agar tetap lestari dan tidak tercemar. bj-01/dsy

Berita Terbaru

Destry Damayanti, Akui Berbeda Pandangan dengan Perry Warjiyo

Destry Damayanti, Akui Berbeda Pandangan dengan Perry Warjiyo

Kamis, 27 Agu 2026 07:40 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:40 WIB

SURABAYAPAGI.com – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, menyatakan akan melanjutkan sejumlah peninggalan yang telah diwariskan Perry Warjiyo. H…

Pekerja PT Pos Indonesia, Ngadu ke DPR-RI Soal Gaji

Pekerja PT Pos Indonesia, Ngadu ke DPR-RI Soal Gaji

Kamis, 27 Agu 2026 07:38 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – DPR RI menerima pengurus serikat pekerja PT Pos Indonesia, salah satunya untuk membahas kepastian gaji pada 1 September mendatang. Mereka d…

PM Malaysia Surati Prabowo, Praktik Investasi yang Rugikan Miliaran Ringgit

PM Malaysia Surati Prabowo, Praktik Investasi yang Rugikan Miliaran Ringgit

Kamis, 27 Agu 2026 07:34 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait investasi Felda di PT Eagle High P…

Rupiah Melemah Jelang Pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole

Rupiah Melemah Jelang Pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole

Kamis, 27 Agu 2026 07:32 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS d…

Pelat Nomor Cantik Bisa Kedaluwarsa

Pelat Nomor Cantik Bisa Kedaluwarsa

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemilik kendaraan bisa memilih nomor cantik untuk pelat nomor kendaraannya. Tapi perlu dicatat, pelat nomor cantik bisa kedaluwarsa sehingga …

Meski Timnas Tersingkir, Erick Tetap ke Vietnam

Meski Timnas Tersingkir, Erick Tetap ke Vietnam

Kamis, 27 Agu 2026 07:28 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Meski Timnas Indonesia telah tersingkir, Erick tetap hadir dalam rangkaian agenda final Piala AFF 2026 sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus…