SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka meningkatkan produksi tabu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan merealisasi keinginan para petani, yakni memberikan para petani tebu pupuk bersubsidi yang berpotensi kesulitan untuk mendapatkannya pada periode tanam mendatang, meski tidak untuk saat ini.
Tentu saja, kabar baik tersebut disambut hangat dan sumringat para petani tebu di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kondisi demikian menyusul Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mendapatkan realokasi pupuk subsidi jenis NPK Phonska sebanyak 1.000 ton.
Serta telah tertuang dalam surat Keputusan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang nomor 500.6.7.8/1295/427.44/2025 tertanggal 4 Desember 2025.
"Saat ini Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sudah melakukan pengiriman pupuk pada Titik Serah (kios) untuk itu sudah tidak ada keraguan lagi para petani untuk mengambil jatah pupuknya di titik serah di wilayahnya masing masing," jelas Ketua Perkumpulan Petani Pangan Nasional (P3NA) Jawa Timur Iskak Subagio, Selasa (16/12/2025).
Secara kuantitatif dapat dipaparkan bahwa untuk pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 29.877 ton untuk Pupuk ZA sebanyak 569 ton, untuk pupuk organik sebanyak 8.991 ton dan pupuk NPK Phonska sebanyak 30.649 ton, dari angka diatas pupuk NPK phonska terdapat tambahan sebanyak 1.000 ton karena di angka sebelumnya pupuk NPK phonska angkanya sebanyak 29.649 ton.
Sementara itu, diharapkan komitmen pemerintah daerah Lumajang akan merealisasi penambahan jumlah pupuk bersubsidi juga disambut antusias dari para petani tebu di seluruh kabupaten Lumajang dengan cara menghabiskan alokasi pupuk subsidinya di titik serah.
Sebagaimana di informasikan bahwa per hektar tanaman tebu alokasi pupuk subsidinya adalah untuk pupuk ZA sebanyak 104 kg dan NPK Phonska 1.200 kg, ini harus segera ditebus sebelum tanggal 31 Desember 2025 karena di tahun 2026 akan ada alokasi subsidi yang baru
"Kami berharap Komitmen pemerintah daerah Lumajang akan merealisasi penambahan jumlah pupuk bersubsidi juga disambut antusias dari para petani tebu di seluruh kabupaten Lumajang dengan cara menghabiskan alokasi pupuk subsidinya di titik serah," tutupnya. lj-02/dsy
Editor : Desy Ayu