Ritual Sakral Kebo-keboan Suku Osing, Pakai Medium ‘Manusia Kerbau’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keseruan dan kesakralan ritual sakral Kebo-Keboan Suku Osing, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW
Keseruan dan kesakralan ritual sakral Kebo-Keboan Suku Osing, Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Tradisi yang sudah berusia ratusan tahun milik Suku Osing, yakni ritual sakral Kebo-Keboan yang digelar setiap bulan Suro atau Muharam, Desa Alasmalang di Kabupaten Banyuwangi memang penuh keunikan dan kesakralan tersendiri lantaran menampilkan puluhan petani yang dirias menyerupai kerbau dan bertingkah laku layaknya hewan tersebut, Jumat (19/12/2025).

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, para "manusia kerbau" ini menjadi medium spiritual untuk membersihkan desa dari mara bahaya, wabah penyakit, serta hama yang mengancam hasil panen. Hingga kini, Kebo-Keboan tetap dijaga sebagai ritual komunal yang hidup dan terus diwariskan lintas generasi.

Tradisi tersebut sekaligus sebagai upacara bersih desa atau sedekah desa untuk menolak bala, sekaligus sebagai wujud rasa syukur masyarakat agraris kepada Dewi Sri, dewi kesuburan dan padi. Nilai-nilai inilah yang menjadikan Kebo-Keboan Alasmalang tidak terpisahkan dari identitas budaya Banyuwangi.

Selain itu, Tradisi Kebo-Keboan merupakan warisan adat masyarakat Suku Osing di Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Tiap tahunnya masyarakat Desa Alasmalang di Banyuwangi melaksanakan tradisi Kebo-keboan. 

Dalam pelaksanaannya, ritual ini melibatkan pawai ider bumi atau mengelilingi desa. Prosesi tersebut dianggap sakral karena para pelaku Kebo-Keboan kerap memasuki kondisi tidak sadar atau trance. Saat arak-arakan berlangsung, penonton akan melemparkan beras, uang, maupun barang lain sebagai simbol harapan akan kemakmuran dan kesuburan desa.

Penggunaan simbol kerbau dalam ritual Kebo-Keboan memiliki filosofi yang mendalam dalam kebudayaan agraris Suku Osing. Kerbau atau kebo dipandang sebagai lambang kekuatan, ketekunan, dan kesuburan.

Pelaksanaan ritual Kebo-Keboan di Desa Alasmalang umumnya melalui tiga tahapan utama yang dijalankan secara sakral. Tahap pertama adalah persiapan dan nyekar. Tahap kedua adalah ider bumi atau arak-arakan keliling desa dan Tahap terakhir adalah ritual menabur benih. Prosesi ditutup di sebuah petak sawah yang telah disiapkan. Para "manusia kerbau" melakukan adegan membajak sawah.

Kebo-Keboan Alasmalang memiliki kekhasan tersendiri, terutama pada tingkat kesakralan dan konsistensi pakem ritualnya. Tradisi ini telah diakui sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) khas Suku Osing dan saat ini, Kebo-Keboan kini menjadi simbol kuat identitas budaya Banyuwangi sekaligus cermin kearifan lokal masyarakat Osing. by-03/dsy

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…