China Bakal Rem Produksi Baterai Pasca Penjualan Mobil Listrik Mulai Lesu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AUDI E5 Sportback dengan baterai CATL berjarak tempuh 773 km. SP/ JKT
AUDI E5 Sportback dengan baterai CATL berjarak tempuh 773 km. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Industri teknologi baterai terbesar yakni di China tengah menghadapi fase "pendinginan" setelah bertahun-tahun melaju kencang di jalur hijau, lantaran penjualan di segmen mobil listrik lesu. Selain itu, permintaan baterai lithium asal China diprediksi akan mengalami penurunan tajam di awal tahun 2026. 

Kondisi ini dipicu oleh anjloknya penjualan kendaraan listrik (EV) di pasar domestik China serta melambatnya angka ekspor. Sehingga, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA), Cui Dongshu, melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia menyarankan agar para produsen baterai mulai menyusun strategi pengereman produksi.

"Melihat tahun 2026, permintaan baterai energi baru akan turun drastis dibanding akhir tahun ini. Oleh karena itu, pembuat baterai harus memangkas produksi dan 'mengambil waktu istirahat' untuk menghadapi fluktuasi ini," ujar Cui, Senin (29/12/2025).

Diketahui, untuk penyebab utama dari prediksi penurunan ini adalah berakhirnya berbagai stimulus pemerintah, setidaknya penjualan merosot hingga 30 persen pada awal tahun depan dibandingkan kuartal keempat tahun ini. Hal ini terjadi seiring dengan mulai dihapusnya insentif pajak pembelian mobil secara bertahap. Tak hanya kendaraan pribadi, sektor kendaraan komersial listrik juga dipastikan akan lesu. 

Sehingga, bagi para pembeli sebelumnya telah berbondong-bondong melakukan transaksi di akhir tahun demi mengejar subsidi dan keringanan pajak sebelum masa berlakunya habis. Pasalnya selama ini, China merupakan pemimpin global dalam teknologi dan manufaktur baterai, yang meraup keuntungan besar dari tren EV dunia. 

Namun, adanya pelemahan permintaan domestik kali ini diperkirakan tidak akan mampu ditutupi oleh pasar ekspor. Menariknya lagi, lonjakan kebutuhan penyimpanan energi akibat booming Kecerdasan Buatan (AI) di Amerika Serikat ternyata tidak memberikan dampak positif bagi baterai asal China. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor geopolitik dan regulasi.

Kini, China menghadapi risiko besar akibat pembatasan dari AS terhadap proyek-proyek yang menerima kredit pajak investasi jika melibatkan "entitas asing yang menjadi perhatian" (foreign entities of concern). Jika prediksi ini menjadi kenyataan, para raksasa baterai dunia seperti Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) dan EVE Energy dipastikan akan merasakan dampaknya secara langsung. jk-03/dsy

Berita Terbaru

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Tekan Risiko Gagal Tumbuh, YBM PLN UIT JBM Beri Pendampingan Bagi 77 Balita di Situbondo

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 21:56 WIB

SurabayaPagi, Situbondo — Komitmen PLN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan listrik yang aman dan andal, tetapi j…