SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Membuka babak baru di segmen elektrifikasi SUV, Mercedes-Benz bersiap meluncurkan GLC listrik untuk pertama kalinya di Amerika Serikat pada ajang CES 2026. Ketersedian GLC listrik ini sendiri dikonfirmasi mulai paruh kedua 2026 yang menjanjikan pengisian daya yang lebih cepat sekaligus efisiensi lebih baik.
Sementara itu, kehadiran model tanpa emisi ini menjadi sinyal kuat ambisi pabrikan asal Jerman tersebut dalam memperluas portofolio SUV listriknya, tanpa meninggalkan lini bermesin pembakaran internal (ICE) yang masih menjadi tulang punggung penjualan di pasar AS.
Performa pun tak main-main, hasilkan tenaga puncak mencapai 483 dk, sementara jarak tempuh yang ditargetkan hingga 713 kilometer dalam sekali pengisian daya dan menjadikannya salah satu SUV listrik dengan daya jelajah terpanjang di kelasnya.
Masuk ke dalam kabin, GLC listrik membawa MB.OS terbaru yang ditopang kecerdasan buatan. Konsumen juga dapat memilih MBUX Hyperscreen berukuran 39,1 inci, diklaim sebagai layar terbesar yang pernah dipasang pada mobil Mercedes-Benz, Kamis (08/01/2026).
Menariknya lagi, pada sistem infotainment ini juga mencetak yang pertama di dunia dengan mengintegrasikan AI dari Microsoft dan Google, menghadirkan kontrol suara, navigasi, serta asisten dalam mobil yang kian masif saat ini. Mercedes-Benz juga menyoroti aspek keberlanjutan dengan menawarkan interior vegan bersertifikasi independen, yang disebut sebagai terobosan pertama di industri otomotif.
Kenyamanan berkendara ditingkatkan melalui suspensi udara cerdas, sementara fitur keselamatan dan kemudahan mengemudi diperkuat oleh rangkaian sistem bantuan pengemudi MB.DRIVE. Melalui kemitraan dengan Dolby, Xperia, dan Nvidia, Mercedes-Benz terus memperluas ekosistem digitalnya menegaskan fokus pada kendaraan yang semakin terhubung dan digerakkan oleh perangkat lunak. jk-07/dsy
Editor : Redaksi