SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Di era elektrifikasi, banyak merek otomotif yang berlomba-lomba memenuhi mobilitas pengguna khususnya di area perkotaan. Salah satunya, Nissan yang mengambil langkah untuk menggali nostalgia khas Jepang dan mengemasnya dalam hatchback listrik mungil lewat model bernama Wave, Jumat (09/01/2026).
Model terbaru yang mungil tersebut memadukan warisan desain retro dengan kebutuhan mobilitas masa depan yang dijadwalkan meluncur tahun depan, serta akan segera diproduksi oleh Renault bersama Twingo yang jadi kembaranmya, dan akan diposisikan model paling bawah dalam jajaran produk Nissan.
Langkah ini terasa masuk akal dan cukup strategis, mengingat Micra terbaru sendiri terinspirasi dari Renault 5. Namun, Wave disebut-sebut bakal menawarkan pesona retro yang lebih kuat. Nissan dikabarkan mengambil inspirasi dari lini mobil ikonis Pike akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
Meski berbasis mekanik sederhana, mobil-mobil Pike dikenal berkarakter kuat, sebuah filosofi yang kini coba dihidupkan kembali lewat Wave, mirip pendekatan Renault pada lini EV barunya. Di balik tampilan retro, Nissan Wave pada dasarnya akan menjadi salinan teknis dari saudara kembarnya dari Renault.
Artinya, mobil ini diperkirakan mengusung baterai 27,5 kWh dengan kimia lithium iron phosphate (LFP) demi menekan biaya produksi. Jarak tempuhnya sekitar 163 mil atau 262 Km yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan harian di perkotaan, bukan untuk perjalanan jauh.
Sementara itu, untuk target pasarnya pun jelas, pengemudi muda perkotaan yang membutuhkan mobil listrik ringkas, praktis, dan terjangkau. Harga awal di bawah 27.000 dolar AS menjadi kunci utama agar Wave bisa bersaing dan menarik perhatian calon konsumennya.
Pasalnya, Nissan sendiri sudah lama absen serius di segmen ini sejak Pixo menghilang pada 2013. Jika Wave benar-benar mampu memadukan harga rendah, jarak tempuh memadai, dan daya tarik retro, mobil ini bisa menjadi bukti bahwa mobil kecil masih memiliki magnet besar. jk-06/dsy
Editor : Redaksi