PSI Sedang Mencari Tokoh, Tertarik ...

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Beberap bulan terakhir ini, Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI, mengonfirmasi adanya tokoh nasional yang akan bergabung dengan PSI. Informasi itu diumumkan saat Kongres PSI 2025 di Solo .

Kaesang mengatakan pengumuman tokoh-tokoh baru ini akan dilakukan secara resmi setelah kongres, dalam waktu dekat.

Beberapa elite Partai NasDem, termasuk mantan Wakil Ketua Umum Ahmad Ali dan politisi Rusdi Masse Mappasessu, pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada akhir 2025. Mereka dilantik menjadi pengurus DPP PSI, dengan Ahmad Ali menjabat Ketua Harian dan Rusdi Masse sebagai Wakil Ketua Umum. Ini untuk membantu PSI lolos ke Senayan di Pemilu 2029 di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep.

Mereka memperkuat PSI untuk lolos ke Parlemen (Senayan) pada Pemilu 2029, dengan target lebih besar di Pemilu 2034.

Alasannya,  ada kekecewaan terhadap Surya Paloh dan adanya tawaran strategi khusus dari PSI untuk membajak kader partai lain, termasuk dari NasDem.

Kini, Ahmad Ali diberi tugas untuk memantau kinerja seluruh kader PSI agar bisa mencapai target parlemen.

Kaesang meminta pengurus baru untuk bekerja keras dan tidak hanya bersenang-senang, dengan evaluasi kinerja setiap tiga bulan. Ohh. Kayak rekrut di perusahaan, gajinya dibuat foya-foya.

 

***

 

Perpindahan ini menjadi perhatian karena melibatkan tokoh penting dari partai besar (NasDem) ke partai yang masih berjuang menembus parlemen (PSI), yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo

Ya fenomena politisi berpindah partai bukanlah hal baru dalam politik Indonesia.  Perpindahan tokoh partai merupakan praktik yang lazim dan tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai sesuatu yang luar biasa.

Apalagi kini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan terus membuka pendaftaran dan rekrutmen anggota baru, termasuk tokoh-tokoh potensial. Kata Kaesang Pangarep  rekrutmen anggota baru, sebagai bagian dari strategi untuk memperbesar basis partai dan menarik figur publik baru, seperti yang diungkapkan setelah Kongres PSI 2025.

Rekrutmen anggota dari tokoh-tokoh politik potensial itu apa juga memperhitungkan bibit, bebet dan bobot?

Dalam filosofi Jawa untuk kriteria memilih pasangan hidup, mencakup bibit (garis keturunan/latar belakang keluarga), bebet (status sosial/ekonomi/penampilan), dan bobot (kualitas diri/karakter/pendidikan). Ini bertujuan agar pasangan ideal dapat membangun rumah tangga harmonis, meskipun maknanya kini lebih fleksibel dan modern .

Jadi kriteria ideal dalam rekrutmen pengurus partai politik di Indonesia, bisa mencakup Bibit (kualitas asal-usul/latar belakang baik), Bebet (kualitas moral/karakter/ideologi), dan Bobot (kualitas intelektual/kapabilitas/pengalaman). Ini tentu untuk memastikan kader berkualitas.

Dalam praktiknya seringkali terdistorsi oleh faktor nepotisme, politik uang, atau kepentingan elektoral, bukan hanya meritokrasi murni.

Konon, partai politik idealnya menggunakan ketiga kriteria ini secara seimbang untuk mencetak kader berkualitas melalui kaderisasi dan rekrutmen politik yang sehat, seperti yang dilakukan dalam sistem kaderisasi yang baik.

Realitas yang saya amati sering terjadi pergeseran fokus, di mana "bibit" misalnya, anak tokoh partai) atau "bobot", elektabilitas tinggi) lebih diutamakan daripada "bebet" (integritas). Ini karena tekanan elektoral atau politik kekuasaan, sehingga acapkali mengabaikan kualitas ideal, yang berdampak pada kualitas kepemimpinan partai secara keseluruhan.

 

***

 

Literasi bacaan saya, fungsi partai oolitik berperan mencetak dan menyalurkan kader untuk jabatan publik, sehingga kualitas rekrutmen sangat krusial.

Bahkan ada proses internal partai untuk menyiapkan kader sesuai ideologi, yang seharusnya menjadi fondasi utama penentuan bibit, bebet, bobot.

Maka itu,  

opsi PSI yang membuka pendaftaran anggota baru secara umum dan terbuka bagi siapa termasuk anak muda dan tokoh nasional, menarik disimak.

Apalagi ada rencana untuk merekrut sejumlah tokoh nasional yang akan diumumkan secara bertahap, termasuk sosok misterius "Bapak J" yang akan menjadi Ketua Dewan Pembina.

Target PSI merekrut  5 hingga 7 tokoh besar dalam waktu dekat, yang terdiri dari politisi dan aktivis profesional untuk memberikan dampak politik nasional.

Langkah ini menunjukkan PSI akan terus merekrut anggota baru setiap hari untuk memperkuat partai secara nasional. 

Secara keseluruhan, PSI sedang gencar melakukan rekrutmen dan terus membuka diri untuk tokoh-tokoh baru untuk memperkuat posisinya di panggung politik Indonesia.

Partai ini telah menarik banyak tokoh baru dari berbagai latar belakang, termasuk aktivis mahasiswa dari Cipayung Plus, tokoh lintas iman, dan profesional, yang bergabung menjadi kekuatan baru PSI.

Beberapa tokoh baru itu sPrestari Barus, Ustaz Edi Candra, dan tokoh lain dari Makassar telah bergabung.

 

***

 

Dari fakta ini tampaknya Ketum PSI menganalogikan partai bak perusahaan. Antara lain mengisi lowongan strategis dengan "membajak" eksekutif perusahaan lain.

Sepertinya ia tahu mempekerjakan karyawan berbakat dan memiliki performa kerja yang baik merupakan keuntungan bagi perusahaan untuk mencapai target dan mengembangkan bisnis. Namun, ada risiko pembajakan karyawan yang marak terjadi di dunia perekrutan.

Berdasarkan Indonesia Banking Survey 2014 sekitar 54% karyawan tertarik pindah ke perusahaan lain karena diberikan kompensasi dan gaji besar, 37% kesempatan karier yang pasti, sedangkan 4% pegawai ingin mencari tantangan baru.

Dalam beberapa praktik adanya aksi pembajakan ini dapat meningkatkan tingkat turnover yang menambah beban kerja sumber daya management.

Beberapa orang menganggap pembajakan karyawan alias employee poaching merupakan tindakan ilegal, tetapi sebenarnya tidak ada peraturan atau undang-undang yang menyatakan bahwa pembajakan karyawan ilegal.

Employee poaching adalah praktik legal yang melibatkan atasan menghubungi karyawan dari perusahaan pesaing dengan tujuan meyakinkan karyawan tersebut untuk berpindah ke perusahaan mereka.

Banyak faktor yang mendorong karyawan menerima tawaran atau memutuskan melamar ke perusahaan pesaing. Mulai dari gaji yang lebih besar, beban kerja yang seimbang, paket kompensasi yang lengkap, hingga adanya work life balance.

Juga sejumlah partai politik (parpol) membajak kader partai tertentu untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg) bisa diilhami praktik di perusahaan. Fenomena ini  sesuatu yang negatif, apalagi jika parpol menawarkan hal tertentu kepada anggota partai lain.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, selama ini sudah ada sejumlah partai politik (parpol) membajak kader partai tertentu untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg). Fenomena ini dinilai sesuatu yang negatif, apalagi jika parpol menawarkan hal tertentu kepada anggota partai lain.

Itu bisa dipersoalkan. Ada moral berpolitik. 

Secara etik, bajak membajak kader partai sangat tidak baik. Artinya tidak bijak dan tidak tepat. Kader-kader yang sudah jadi di partai A, tiba-tiba diambil partai lain. Kira kira karena apa? Mungkin karena rayuan atau tawaran yang diberikan dalam bentuk materi.

Apalagi terkait  ambang batas parpol masuk parlemen atau parliamentary threshold (PT) . Ini merupakan salah satu faktor penyebab. Maklum angka PT 4 persen,  bukan hal yang mudah diwujudkan oleh PSI. Hingga kini, partai pimpinan Kaesang, bukan partai menengah ke atas . PSI masih partai menengah ke bawah. Dengan manuver rekrut tokoh yang sudah dikenal, tampaknya Kaesang seperti punya kekhawatiran luar biasa tidak bisa capai 4 persen. Hayo, siapa tertarik gabung Kaesang? Ada lowongan jabatan. ([email protected])

Berita Terbaru

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempererat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi D…