SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mencatat tren positif dengan menargetkan puluhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk melayani ribuan warga di Bumi Menak Sopal, yang diantaranya 53 SPPG sudah beroperasi dan 7 kantongi SLHS.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menargetkan pengoperasian sekitar 80 dapur MBG agar mampu menjangkau kurang lebih 170 ribu penerima manfaat di seluruh wilayah, meski apaian tersebut masih belum memenuhi target akhir.
Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Saeroni, menyampaikan bahwa saat ini, layanan MBG baru menjangkau sekitar 50 persen dari total sasaran. Sementara sejumlah dapur masih mempersiapkan sarana prasarana serta melengkapi dokumen administrasi.
Namun, pihaknya juga tak lupa turut memastikan masalah pendanaan sudah teratasi. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menuntaskan proses pencairan anggaran yang sebelumnya sempat menjadi kendala.
“Saat ini 53 dapur sudah beroperasi. Target utama kami adalah 80 dapur agar bisa melayani seluruh sasaran yang mencapai 170 ribu orang. Dan seluruh dapur yang sudah beroperasi kini telah menerima anggaran. Pelayanan berjalan normal tanpa kendala biaya,” ujar Saeroni, Senin (26/01/2026).
Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga mencatat peningkatan signifikan dalam pemenuhan standar kesehatan. Hingga saat ini, tujuh dapur MBG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), naik dari sebelumnya hanya tiga dapur. Sehingga, Pemkab Trenggalek terus mempercepat proses sertifikasi melalui pendampingan intensif.
Dan untuk mempermudah pengelola dapur, Satgas MBG kini menerapkan pengajuan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi secara daring melalui aplikasi Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Satgas MBG memastikan seluruh dapur menjalankan program sesuai ketentuan. Tidak satu pun dapur menerima sanksi.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan aman, lancar, dan tertib,” pungkas Saeroni. tr-02/dsy
Editor : Redaksi