SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota melalui joint venture dengan GAC, mengkonfirmasi peluncuran sedan listrik flagship bZ7, di China pada Maret 2026. Menariknya, model ini menjadi salah satu kendaraan pertama yang menggabungkan ekosistem pintar Xiaomi dan teknologi mutakhir dari Huawei, menjadikannya sorotan baru di pasar EV China yang sangat kompetitif.
Pasalnya, Toyota bZ7 dirancang sebagai fastback yang modern, dipadukan dengan lampu siang hari bentuk huruf C khas Toyota serta lampu belakang full-width yang menyambung yang didukung dengan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS).
Sistem ADAS pada Toyota bZ7 menggunakan Momenta R6 Flywheel AI model, yang mampu menghadirkan fitur seperti Navigate on Autopilot (NOA) di kawasan perkotaan dan tol, parkir otomatis penuh, serta parkir jarak jauh. Mobil ini juga memakai chip Nvidia untuk kemampuan otonomnya.
Di sektor tenaga, sedan listrik mewah ini dibekali dua motor listrik berbasis sistem DriveONE dari Huawei dengan total tenaga maksimum 207 kW (278 hp). Energi disuplai oleh baterai lithium iron phosphate (LFP) dari CATL, tersedia dalam kapasitas 88,13 kWh dan 71,35 kWh, Senin (26/01/2026).
Versi baterai terbesar menawarkan jangkauan CLTC hingga 710 km, sedangkan versi kecilnya mencapai sekitar 600 km. Mobil ini memiliki kecepatan puncak 180 km/jam. Fitur lain termasuk pengisian nirkabel 50 W di depan dan belakang, lemari es di dalam kabin, kendali kendaraan via ponsel, dan 23 speaker untuk sistem audio.
Selain itu, integrasi ekosistem pintar Xiaomi memungkinkan bZ7 terhubung dengan perangkat pintar rumah dan gadget Xiaomi, menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih luas di dalam mobil. Sedangkan menyoal harga, model terbaru jenama asal Jepang ini, akan dibanderol sekitar 200 ribu yuan atau setara dengan Rp 480 jutaan. jk-07/dsy
Editor : Redaksi