Perumda Delta Tirta Berpijar Selamatkan Keuangan Perusahaan dari Vendor Fiktif

author Handoko Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Perumda Delta Tirta Sidoarjo terus upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas dengan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola keuangan perusahaan.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dwi Hary Soeryadi,  dalam waktu singkat menggelar langkah strategis dengan menelusuri kembali pencatatan utang usaha masa lampau guna memastikan setiap kewajiban keuangan tercatat secara akuntabel, benar dan sah dapat dipertanggungjawabkan 

Dwi menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan keuangan perusahaan dari potensi kerugian akibat pencatatan yang tidak valid.

Dia menepis anggapan bahwa Perumda Delta Tirta tidak mau membayar utang kepada vendor.

“Tidak benar jika disebut Perumda Delta Tirta tidak mau membayar utang. Justru yang kami lakukan saat ini adalah memastikan bahwa setiap pembayaran dilakukan secara sah, berdasarkan data dan dokumen yang benar,” tegas  Dwi Hary Soeryadi, Senin (26/1).

Dalam proses tersebut, Perumda Delta Tirta telah melakukan klarifikasi dan verifikasi kepada seluruh vendor yang tercatat dalam buku keuangan perusahaan, khususnya utang usaha pada periode 2012 hingga 2015. 
Dari hasil penelusuran itu, ternyata ditemukan sejumlah kejanggalan yang memerlukan penanganan khusus.

Dari temuan tersebut beberapa vendor diketahui tidak dapat dipastikan keberadaannya, seperti hanya tercantum nama tanpa alamat dan pemilik yang jelas. Selain itu, terdapat pula vendor yang memiliki nama, alamat, dan pemilik, namun setelah dikonfirmasi, pemilik menyatakan tidak pernah memiliki piutang kepada Perumda Delta Tirta.

“Untuk utang usaha yang telah dipastikan fiktif, pencatatannya kami pindahkan ke akun pendapatan lain-lain. Langkah ini kami ambil agar laporan keuangan Perumda Delta Tirta menjadi lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Dwi Hary.

Di samping itu, ditemukan pula vendor dengan identitas yang jelas, namun setelah dilakukan klarifikasi lebih lanjut, dokumen persyaratan pembayaran tidak lengkap, seperti tidak adanya Surat Perintah Kerja (SPK) maupun dokumen pendukung lainnya. Atas kondisi tersebut, manajemen Perumda Delta Tirta mencatatnya dalam akun Utang Usaha Meragukan.

Menurut Dwi Hary, kehati-hatian ini juga dilandasi pertanyaan mendasar terkait utang-utang masa lampau tersebut. “Jika memang seluruh utang itu benar dan sah, mengapa pada saat direksi di masa tersebut tidak langsung dibayarkan? Ada hal apa yang membuat utang tersebut didiamkan selama 10 tahun? Itulah yang membuat kami harus memperlakukannya dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Meski demikian, Perumda Delta Tirta menegaskan bahwa pintu perusahaan tetap terbuka lebar bagi para vendor masa lampau yang ingin menagih haknya. Manajemen memastikan bahwa setiap tagihan yang sah dan dapat dibuktikan secara administratif akan diproses dan dibayarkan sesuai ketentuan. Namun demikian, terdapat syarat mutlak yang harus dipenuhi, yakni seluruh berkas dan dokumen pendukung wajib lengkap, asli, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Apabila persyaratan tersebut tidak terpenuhi, Perumda Delta Tirta harus bersikap hati-hati demi mengamankan keuangan perusahaan secara benar dan bertanggung jawab.

“Tujuan kami jelas, membawa Perumda Delta Tirta menjadi perusahaan daerah yang lebih sehat, profesional, dan terpercaya. Itu adalah tekad kami dan akan terus kami jalankan,” Ungkap Dwi.

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Perumda Delta Tirta untuk menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yaitu pengelolaan perusahaan yang transparan, sinergis, dan akuntabel, sekaligus mencegah praktik manipulatif yang berpotensi merugikan perusahaan. Hdk/hik

Berita Terbaru

Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan

Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan

Jumat, 30 Jan 2026 11:07 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Baru Kota Probolinggo mulai mengalami kenaikan jelang bulan suci Ramadhan, di antaranya…

Jelang Imlek, Produsen Kue Keranjang Mulai Banjir Pesanan hingga Luar Pulau

Jelang Imlek, Produsen Kue Keranjang Mulai Banjir Pesanan hingga Luar Pulau

Jumat, 30 Jan 2026 11:00 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sudah jadi tradisi tahunan, pengiriman kue keranjang menjelang perayaan Imlek di Surabaya mulai kebanjiran pesanan sejak sepekan…

BPBD Kota Madiun Edukasi Kesiapsiagaan Simulasi Gempa Bumi di Sekolah

BPBD Kota Madiun Edukasi Kesiapsiagaan Simulasi Gempa Bumi di Sekolah

Jumat, 30 Jan 2026 10:29 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 10:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui sosialisasi tanggap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun gencar memberikan simulasi gempa bumi di…

Lewat Penguatan Konservasi, Pemkot Batu Komitmen Jaga Kelestarian Umbul Gemulo

Lewat Penguatan Konservasi, Pemkot Batu Komitmen Jaga Kelestarian Umbul Gemulo

Jumat, 30 Jan 2026 10:21 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 10:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Melalui penguatan langkah konservasi dan tata kelola pengairan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, berkomitmen menjaga kelestarian sumber…

Pedagang IPPM Berpijar Eksis Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

Pedagang IPPM Berpijar Eksis Perjuangkan Ekonomi Kerakyatan

Jumat, 30 Jan 2026 09:41 WIB

Jumat, 30 Jan 2026 09:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo -  Malam itu sungguh semarak, warga Desa Terung Wetan dan sekitarny berekreasi dan menikmati belanja aneka kebutuhan berbagai …

Jawab Dinamika Ekonomi, AXA Mandiri Hadirkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Jawab Dinamika Ekonomi, AXA Mandiri Hadirkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS

Kamis, 29 Jan 2026 20:58 WIB

Kamis, 29 Jan 2026 20:58 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan Asuransi Mandiri Wealth Signature USD sebagai produk terbarunya di awal…