Jaga Warisan Budaya, Pemkab Ponorogo Siapkan Perbup Reog Jadi Ekskul Wajib untuk SD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. SP/ PNG
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menjaga keberlangsungan Reog sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemkab Ponorogo mulai memfinalisasi rencana penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur kewajiban ekstrakurikuler kesenian Reog di tingkat sekolah dasar (SD). 

Adanya kebijakan tersebut juga melihat status Reog sebagai warisan budaya dunia dari UNESCO tidak bersifat permanen. Evaluasi akan dilakukan secara berkala, termasuk pada 2027 mendatang.

Pasalnya, regenerasi pelaku seni Reog harus dimulai sejak usia dini. Selama ini, kegiatan ekstrakurikuler Reog baru berjalan di tingkat SMP dan SMA. Ke depan, seluruh SD di Ponorogo ditargetkan memiliki kegiatan serupa.

"Ini sedang kami rumuskan. Harapannya, setiap SD nanti punya ekstrakurikuler Reog agar regenerasi berjalan. Sehingga, kalau tidak ada perkembangan nyata, status itu bisa dicabut. Karena itu Perbup ini perlu segera disiapkan," kata Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Rabu (28/01/2026).

Lebih lanjut, diketahui tidak hanya Reog, Pemkab Ponorogo bersama Dewan Kesenian Ponorogo (DKP) juga telah menginventarisasi sekitar 40 kesenian daerah yang akan terus dihidupkan melalui berbagai agenda dan event kebudayaan.

"Ponorogo bukan hanya Reog atau jaran thek. Ada keling, ludruk, gajah-gajahan, ketoprak, dan kesenian lainnya yang harus tetap eksis," ujar Bunda Rita.

Pihaknya nya pun juga turut mengajak seluruh seniman dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam pelestarian seni tradisi agar tetap hidup dan berkembang serta mendukung warisan budaya daerah setempat tetap lestari. pn-02/dsy

Berita Terbaru

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…