Instruksi Sekjen Diabaikan, Atribut Gerindra Masih Berkibar di Ruang Publik Kota Madiun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Atribut partai Gerindra yang belum di lepas berjajar di Jembatan Prambanan kota Madiun.
Atribut partai Gerindra yang belum di lepas berjajar di Jembatan Prambanan kota Madiun.

i

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Instruksi tegas Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, terkait pencabutan dan penertiban atribut partai pasca perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, diduga tak digubris oleh jajaran DPC Gerindra di Kota Madiun.

‎Hingga Senin, 9 Februari 2026, bendera dan atribut Partai Gerindra dengan logo burung Garuda masih tampak mencolok di sejumlah ruang publik Kota Madiun. Pantauan di lapangan menunjukkan atribut partai masih terpasang di Jembatan Sambirejo, Jembatan Precet, hingga Jembatan Prambanan, meski masa izin pemasangan telah berakhir sehari sebelumnya.

‎Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: di mana ketegasan struktur partai di daerah? Padahal, sejak Sabtu, 7 Februari 2026, DPP Partai Gerindra secara resmi memerintahkan seluruh kader untuk mencabut dan membersihkan atribut partai demi menjaga ketertiban ruang publik.

‎Saat dikonfirmasi awak media, Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Madiun, Eko Andy Siswantara, justru terkesan melempar balik tanggung jawab dengan mempertanyakan lokasi atribut yang dimaksud.

‎“Bisa tahu di jalan mana saja?” tanya Eko.
‎“Ini wilayah mana mas, kota apa kabupaten? Minta alamatnya mas. Saya cek-nya,” lanjutnya.


‎Sebelumnya, Sekjen Gerindra Sugiono menegaskan bahwa pemasangan atribut hanya bersifat sementara untuk keperluan perayaan HUT ke-18 dan harus dibersihkan setelah kegiatan selesai.

‎“Saya meminta kepada seluruh kader dan partai untuk membersihkan atribut-atribut partai yang terpasang. Kami juga meminta maaf jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu,” tegas Sugiono.

‎Diketahui, izin pemasangan atribut hanya berlaku hingga Minggu, 8 Februari 2026. Sugiono juga menekankan bahwa semangat perayaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

‎Namun fakta di lapangan berbicara lain. Atribut partai yang masih bergelantungan di ruang publik justru menciptakan kesan abai aturan dan lemah koordinasi internal.

‎Jika instruksi Sekjen saja bisa diabaikan, publik berhak bertanya: sejauh mana komitmen partai dalam menegakkan disiplin dan etika di ruang publik?mdn

Tag :

Berita Terbaru

Ingin Perubahan Lebih Baik Ainur Rofiq Daftarkan Diri Cakades Wadung Asri

Ingin Perubahan Lebih Baik Ainur Rofiq Daftarkan Diri Cakades Wadung Asri

Senin, 09 Feb 2026 19:55 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Cak Gondes sapaan akrab M. Ainur Rofiq SE, Putra asli daerah, Desa Wadung Asri Kecamatan Waru dikenal masyarakat aktif diberbagai…

Gibran Masih Tampak Dingin

Gibran Masih Tampak Dingin

Senin, 09 Feb 2026 19:53 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Gibran Rakabuming, masih tampak dingin adanya pernyataan PAN yang tak calonkan dirinya lagi di Pilpres 2029 mendatang.  Putra …

MA Berterima Kasih KPK Tangkap Ketua PN Depok

MA Berterima Kasih KPK Tangkap Ketua PN Depok

Senin, 09 Feb 2026 19:50 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jubir MA, Yanto, menyampaikan, Mahkamah Agung berterima kasih kepada KPK yang telah mengusut dugaan pelanggaran hukum yang…

MA Soroti Sifat Serakah Hakim

MA Soroti Sifat Serakah Hakim

Senin, 09 Feb 2026 19:48 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Yanto mengatakan hakim-hakim tidak bersyukur jika masih berani menyeleweng. Dia mengatakan sifat…

Menkeu Semprot Dirut BPJS, Soal JKN

Menkeu Semprot Dirut BPJS, Soal JKN

Senin, 09 Feb 2026 19:46 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa semprot Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Ini terkait ramainya warga…

Petinggi Demokrat Temui Jokowi di Solo, tak Bahas Ijasah Palsu

Petinggi Demokrat Temui Jokowi di Solo, tak Bahas Ijasah Palsu

Senin, 09 Feb 2026 19:39 WIB

Senin, 09 Feb 2026 19:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat, Afriansyah Noor, bertemu Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Solo, Jawa Tengah…