SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang masih fluktuatif. Penerima bantuan yang didominasi lanjut usia dan ibu rumah tangga tampak tertib mengikuti proses distribusi. Program bantuan pangan tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya menekan inflasi sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebanyak 968 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) warga Desa Dukuh sari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo mendatangi kantor balai Desa antri secara tertib guna menerima bantuan 20 kg beras dan 4 kg minyak goreng pada minggu ( 7/6/2026) pagi.
Bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa 20 kg beras serta minyak goreng 4 kg. Penyaluran ini ditujukan bagi masyarakat miskin atau rentan yang terdaftar sebagai penerima bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Penyaluran tersebut sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian, dimana Kepala Desa langsung melakukan koordinasi dengan seluruh Ketua RT di wilayah Desa Dukuhsari agar memilih warganya yang berhak menerima bantuan tersebut. Ketua RT menyampaikan undangan kepada setiap warganya tiap RT yang mendapatkan jatah beras dan minyak goreng tersebut, warga cukup membawa foto copy kartu keluarga (KK) dan KTP asli kepada panitia di balai Desa Dukuhsari Jabon.
Kepala Desa Dukuhsari Ikhwan Widodo S.E yang meninjau langsung proses distribusi tersebut merasa senang dan bahagia, Alhamdulillah Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan bantuan 20 kg beras dan 4 kg minyak goreng per orang/KPM untuk warga Dukuhsari, semoga warga Dukuhsari merasa terbantukan disaat sekarang harga beras dan minyak goreng fluktuatif serta bisa dimanfaatkan buat keluarga penerima bantuan. Kepala Desa melanjutkan bahwa bantuan pangan tersebut bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, ungkapnya.
"Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kami memastikan proses pendataan dan verifikasi dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak sesuai data yang telah ditetapkan pemerintah," ujar Ikhwan Widodo saat meninjau proses distribusi.
Proses penyaluran berlangsung lancar dengan sistem pembagian berdasarkan dusun untuk menghindari antrean panjang dan penumpukan warga. Petugas dari unsur pemerintah desa, mengawal seluruh tahapan distribusi, mulai dari pendaftaran, verifikasi identitas, hingga pengambilan bantuan.
Salah seorang penerima manfaat, bu Siti (61), warga RT 09 RW 02 Dukuhsari Kidul, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. hik
Editor : Redaksi