SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai bagian persiapan teknis pelaksanaan program angkutan pelajar gratis, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat telah memasang alat global positioning system (GPS) pada 73 angkutan kota atau angkot Selain alat pelacak, pihaknya juga melakukan penempelan stiker khusus angkot pelajar gratis tersebut.
"Sampai sekarang yang sudah dipasang GPS 73 angkot," kata Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra, Selasa (25/08/2026).
Dari jumlah yang ada ini dimungkinkan masih bisa bertambah, sebab idealnya kebutuhan sarana untuk menggulirkan program tersebut mencapai 80 unit angkot. Sedangkan untuk penentuan sarana mempertimbangkan sejumlah komponen utama, di antaranya surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM).
Selain dari sisi teknis kendaraan, Widjaja menyampaikan operasional angkutan pelajar gratis juga melihat pada terjalinnya kontrak dengan koperasi sebagai pihak yang akan membayar ongkos para sopir. Dan untuk mekanisme yang digunakan sama dengan sistem buy the service (BTS) untuk Bus TransJatim. Dengan pola itu, jumlah pembayaran disesuaikan dengan total jarak tempuh angkutan per hari.
"Pembelian layanannya sesuai dengan biaya operasional kendaraan atau BOK, kami mengacu ke TransJatim dan yang peraturan Menteri Perhubungan, ada ketentuannya. Kami sesuaikan dengan anggaran," ucapnya.
Dishub Kota Malang berharap langkah yang dilakukan ini bisa mempercepat berjalannya program itu, sehingga seluruh pelajar nantinya bisa mendapatkan kemudahan mobilisasi dari rumah ke sekolah maupun sebaliknya.
"Secepatnya, insya Allah bulan ini. Rute masih menggunakan sebagaimana sejak awal (bus sekolah) ditambah rute yang tidak ada (sekolah yang belum dijangkau bus sekolah), misalnya di SMP 26 dan SMP 28," ungkapnya. ml-01/dsy
Editor : Redaksi