Cegah KKN, Lapas Mojokerto Tiadakan Peredaran Uang Tunai

Kalapas Mojokerto, Dedy Cahyadi saat launching Cashless di Lapas Kelas II B Mojokerto. SP/Dwy AS

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Lapas Kelas II B Mojokerto melaunching program bebas peredaran uang tunai di lembaga pemasyarakatan. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya praktik KKN dan transaksi narkoba di dalam lapas.

Mulai dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) hingga pegawai akan menggunakan Uang elektronik atau (UNIK) yang bekerja sama dengan BRI Cabang Mojokerto dalam bentuk Brizzi.

Kepala Lapas Kelas II B Mojokerto, Dedy Cahyadi mengatakan, nantinya seluruh warga binaan akan mendapat kartu Brizzi dari BRI. Sehingga tidak ada lagi transaksi uang tunai atau cashless dalam lapas.

Seluruh transaksi seperti layanan penitipan uang tidak lagi menggunakan uang tunai melalui petugas pelayanan.

"Brizzi adalah uang elektronik pengganti uang tunai sebagai alat pembayaran. Semua warga binaan Rutan Mojokerto akan mendapatkan kartu Brizzi dari BRI secara gratis," ujar Deddy usai launching cashless, Kamis (18/6/2021).

Ia menjelaskan, kartu Brizzi, akan di tempeli stiker yang berisi foto, nama dan tanggal lahir, secara manual oleh petugas. Serta 16 digit dari Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) sebagai identitas pemilik kartu.

Electronic Data Capture (EDC) akan diletakkan di kantin koperasi. Seluruh transaksi di Rutan Mojokerto yang menggunakan uang diganti dengan kartu Brizzi.

"Ini adalah terobosan yang dilakukan oleh Rutan Mojokerto dalam rangka melaksanakan program 'Bebas Peredaran Uang' dan menghapus pungli," katanya.

Nantinya, lanjut Deddy, keluarga dapat langsung mengirim uang untuk warga binaan melalui mesin ATM atau teller di bank.

"Jadi kan lebih praktis, gak perlu datang ke lapas, cukup transfer uang lewat ATM sudah bisa,” kata Deddy.

Ia menyebut, dengan menggunakan Brizzi ini, pihaknya dapat memonitor transaksi para warga binaan yang ada di dalam Lapas Mojokerto. Sehingga segala bentuk pelanggaran berkenaan dengan uang dapat dicegah melalui program ini.

"Ini akan berdampak positif, selain mempercepat dan menjadi aman karena setiap kartu bertuliskan nama dan memiliki foto pemiliknya, cashless ini juga akan menghilangkan praktek negatif seperti KKN didalam lapas," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang BRI Mojokerto, Dian Kusuma Wardhana dalam sambutannya berjanji akan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembayaran cashless di dalam Lapas Mojokerto.

"Kami dari Bank BRI Mojokerto akan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan serta kartu Brizzi untuk tahanan baru," ujarnya.

Sementara itu, setelah pelaksaanaan launching cashless, dilanjutkan penjelasan secara teknis dan tanya jawab oleh pihak Lapas Kelas IIB Mojokerto, Bank BRI Cabang Mojokerto, serta Jeera Foundation. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga binaan sebagai penjelasan tentang penggunaan Kartu Brizzi di dalam Lapas. Dwi