Daerah Diminta Siapkan Tempat Isolasi untuk Pekerja Migran

Sekitar 14 ribu pekerja migran Indonesia asal Jatim yang rencana dipulangkan sepanjang Ramadhan pada 2021. SP/ DISNAKERTRANS JATIM

SURABAYA PAGI, Surabaya - Pemerintah Daerah di wilayah Jawa Timur diminta menyiapkan  tempat karantina atau isolasi untuk menampung para pekerja migran (PMI) yang kembali ke Indonesia. Nantinya waktu di tempat penampungan di daerah, pekerja migran akan menjalani karantina selama tiga hari.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skema menyambut kedatangan belasan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipulangkan akibat habis kontrak. Setibanya di bandara, PMI yang datang akan dilakukan swab.

"Kalau positif langsung masuk RS lapangan atau RS rujukan. Mereka akan dikarantina dua hari sambil nunggu hasil swab keluar," ujar Himawan , kemarin.

Setelah menjalani karantina dua hari, dan hasil swabnya keluar dengan hasil negatif Covid-19, mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Namun setibanya di kampung halaman, mereka tidak langsung pulang ke rumah, melainkan akan kembali menjalani karantinya selama tiga hari.

Setelah menjalani karantina tiga hari di daerah asalnya, mereka akan kembali diswab untuk menegaskan terbebas dari Covid-19 sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing. "Diserahkan ke kabupaten/ kota mereka karantina 3 hari. Hari kelima swab lagi kalau negatif boleh kembali ke rumah," kata Himawan.

Himawan menyatakan, daerah-daerah di Jatim terus berkoordinasi dalam upaya menyiapkan rumah karantina. Begitu pun dinas kesehatan kabupaten/ kota, yang nantinya akan menyiapkan alat swab untuk para pekerja migran tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, ada sekitar 14 ribu pekerja migran Indonesia asal Jatim yang rencana dipulangkan sepanjang Ramadhan ini. Berdasarkan jumlah tersebut, menurutnya yang juga harus disiapkan adalah tempat karantina. Karantina perlu dilakukan untuk memastikan para pekerja migran tersebut bebas dari penularan Covid-19, sebelum dikembalikan ke keluarganya. re/na