Diimingi Rp 200 Ribu, Promotor Grab di Jember Minta Customer Hapus Aplikasi Gojek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengemudi Gojek saat menjalankan aplikasi
Pengemudi Gojek saat menjalankan aplikasi

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Viral dalam beberapa hari terakhir ada seorang yang diduga dari pihak Grab meminta customer untuk menghapus aplikasi Gojek mereka.

Sebagai iming-iming, dari pihak Grab ini memberikan uang sebesar Rp200 ribu.

Dugaan tersebut mencuat, setelah beberapa komunitas driver Gojek di Jember resah terhadap promotor Grab yang diduga melakukan aksi tidak terpuji tersebut.

RK, salah satu petinggi komunitas driver Gojek di Jember kepada para awak media mengaku, dirinya mendapat laporan dari rekan-rekannya terkait tindakan yang dilakukan oleh promotor Grab tersebut.

“Beberapa hari lalu usai kasus penukaran atribut viral, beberapa rekan Gojek melapor kalau promotor Grab di Jember ini memberi uang sebesar Rp200 ribu rupiah kepada customer Gojek dan meminta mereka untuk menghapus aplikasi Gojek dari hp-nya,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (10/9).

Pihak Grab Jember diduga kuat melakukan tindakan yang tidak terpuji terhadap aplikator lain demi menjalankan persaingan yang tidak sehat.

“Kita di sini tentu merasa dirugikan, memang itu tergantung pada customer, tapi dengan persaingan yang seperti ini tentu tidak sehat. Harusnya kita bisa berjalan bersama-sama dengan persaingan yang sehat,” keluhnya.

Diketahui sebelumnya, pihak Grab Jember menyasar para driver Maxim dan meminta atribut maximnya untuk ditukarkan dengan akun Grab.

“Tindakan yang dilakukan kepada para driver Maxim itu sudah tidak etis, ditambah lagi tindakan yang dilakukan ke customer Gojek, ini harus segera ditindak,” jelas RK.

Sementara itu, saat para awak media mencoba mengkonfirmasi pihak Grab Jember, pimpinan mereka yang diketahui bernama Ayun enggan memberikan tanggapan apapun. An

Tag :

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…