Pernah Kerampokan, Kini Sukses Berbisnis Kue Ny. Lauw

Ny. Lauw (Lauw Kim Wie). SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ny. Lauw (Lauw Kim Wie) tidak hanya membuat kue keranjang. Sehari-hari, mereka memproduksi dodol aneka rasa. Ada durian, wijen, cempedak, dll. Namun setahun sekali, setiap Imlek mereka akan memproduksi kue keranjang.

Lahir dari keluarga pengusaha, Winawati sempat mengalami kemunduran dalam berbisnis. Apalagi ia sempat tertimpa musibah kerampokan sehingga barang-barang berharga di rumahnya habis. Ia pun harus meminjam uang dan menjual mobil suaminya untuk mengumpulkan kembali modal agar bisa memulihkan bisnisnya yang jatuh. Beruntung ada seorang ibu haji yang baik hati yang mau membantunya kala itu, sehingga ia bisa memulai kembali bisnisnya, Jumat (28/5/2021).

Usaha dodol, kue keranjang dan kue bulan Ny. Lauw (Lauw Kim Wie) kini berada di tangan generasi ketiga. Winawati atau yang akrab disapa Ci Iin merupakan motor utama di balik usaha dodol dan kue Ny. Lauw (Lauw Kim Wie). Dia meneruskan usaha dari pihak keluarga suaminya, Suliatman alias Lauw Kim Tay.

Usaha dodol Ny. Lauw pertama kali dirintis oleh sang kakek, Lauw Sun Lim pada tahun 1950. Berbekal ilmu pengetahuan dari daerah asalnya Cikoneng, pada awalnya sang kakek hanya membuat dodol dalam jumlah sedikit. Suliatman yang saat itu masih duduk di bangku SMP juga sudah mulai membantu usaha dodol sang kakek.

Mengenai penggunaan nama Lauw Kim Wie di belakang merek dagang Ny. Lauw, Winawati mengatakan itu untuk membedakan dengan dagangan saudara-saudara yang lain.

Kebulatan tekad pasutri Winawati (Lauw Kim Wie) dan Lauw Kim Tay pula yang membawa keduanya sukses membesarkan bisnis keluarga dalam pembuatan kue keranjang dan dodol. Berlokasi di kawasan Tangerang, tepatnya di Jalan Bouraq, usaha rumahan dengan merek “Ny. Lauw” (Lauw Kim Wie) ini sudah eksis lebih dari 50 tahun silam. Kue keranjangnya yang legit serta memiliki aroma wangi daun pisang selalu menjadi buruan pembeli menjelang Imlek dan Lebaran.

Dodol, kue keranjang dan kue-kue lainnya produksi Winawati mayoritas dipasarkan di Jabodetabek. Selain di supermarket, toko-toko buah, restoran dan toko oleh-oleh di wilayah Cisarua, Puncak, dsb. Ada juga pelanggan yang membeli kue Ny. Lauw (Lauw Kim Wie) untuk dijual online. Untuk membuat dodol dan kue keranjang. dalam sebulan, mereka menghabiskan setidaknya 10 ton tepung beras ketan.

Menurut Winawati, ada satu hal yang membuat pelanggannya setia. Selain rasa yang tidak dapat dibohongi, ternyata faktor penting lainnya adalah soal harga. Dsy6