Mobil otonomos Baidu (BMW yang dimodifikasi).

SURABAYAPAGI.com - Dilansir Reuters, melalui kerja sama ini, Baidu akan menggunakan BlackBerry QNX sebagai sistem operasi platform mobil otonomos dari Baidu, Apollo. Platform yang diperkenalkan pada April tahun lalu itu disebut-sebut adalah 'Android' untuk mobil otonomos.

Baidu, perusahaan internet asal Tiongkok dilaporkan makin melebarkan sayapnya di pengembangan mobil otonomos. Salah satunya ditunjukkan melalui kerja sama yang dilakukan dengan BlackBerry baru-baru ini.

Nantinya, kedua perusahaan juga akan mengintegrasikan Baidu Car Life, software integrasi antara smarpthone dan mobil pintar di Tiongkok dengan platform hiburan dari BlackBerry. Baidu Car Life juga memiliki sistem kecerdasan buatan dan peta berdefinisi tinggi.

Sekadar informasi, QNX merupakan software andalan perusahaan dalam bisnis mobil otonomos. Sejumlah investor dan analis memperkirakan kerja sama Baidu dan BlackBerry ini akan menjadikan QNX menjadi teknologi kunci dalam industri mobil otonomos.

QNX sendiri sudah banyak digunakan untuk konsol hiburan di mobil. BlackBerry mengembangkan software ini untuk berjalan di chip komputer yang biasa digunakan untuk mobil dan biasanya sudah dibekali dengan sistem keamanan.

Laporan Reuters pada 2016 juga mengungkap BlackBerry telah berinvestasi sekitar US$ 75 juta atau sekitar Rp 1 triliun untuk pengembangan QNX. Sebagai investasi jangka panjang, dana tersebut sebagian besar akan digunakan untuk mendukung pekerjaan teknis.

Menurut CEO BlackBerry John Chen, perusahaan akan mempekerjakan lebih banyak insinyur. Rencananya, perusahaan ingin menambah hingga 650 insinyur untuk pengembangan program ini.
Untuk diketahui, Baidu memang tengah serius mengembangkan bidang mobil otonomosnya. Terkini, perusahaan asal Tiongkok itu mengumumkan kerja sama dengan Microsoft.

Melalui kerja sama ini, Microsoft akan menyokong pengembangan proyek Apollo milik Baidu dengan layanan Azure. Jadi, Microsoft akan menawarkan layanan Azure untuk pelanggan di luar Tiongkok yang ingin mengadopsi Apollo.

Awal tahun lalu, Baidu, yang sering disebut sebagai 'Google'-nya Tiongkok ini bekerja sama dengan perusahaan otomotif Tiongkok, BAIC Motor. Keduanya akan mengembangkan teknologi mobil pintar dan sistem kendali otonomos level 3.

Sistem otonomos level 3 ini memang disebut membutuhkan teknologi yang cukup mumpuni. Sebab, pada tingkat ini sopir manusia memang masih dibutuhkan, tapi dengan peran yang sangat kecil.

Kesepakatan lain dalam kerja sama ini adalah pemanfaatan peta high-definition untuk mendukung program mobil otonomos yang makin diperluas. Baidu juga bekerja sama TomTom NV dalam menggarap peta digital.

Selain mobil, Baidu juga dilaporkan tengah mempersiapkan bus otonomos di Tiongkok. Menurut CEO Baidu Robin Li, perusahaannya berniat memiliki bus otonomos yang siap mengaspal di jalanan bersamaan dengan mobil swakemudi.

Nantinya, bus akan berjalan dalam rute yang sudah ditentukan. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Baidu bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Tiongkok dalam proses pengembangannya.

Baidu, menurut Li, sangat serius untuk berinvestasi dalam pengembangan kendaraan otonomos. Perusahaan telah menargetkan untuk mulai memproduksi massal mobil otonomos pada 2019 dan 2021.

Pada 2019, perusahaan berencana memproduksi kendaraan otonomos tipe L3 yang memungkinkan intervensi manusia. Sementara pada 2021, versi L4 yang sepenuhnya berjalan otomatis akan mulai digarap. nti