Bupati Banyuwangi, Azwar Anas.

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Banyuwangi Art Week (BAW) yang merupakan pameran produk seni dan kerajinan lokal.
Pameran ini digelar di kawasan Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi ini dibuka Bupati Abdullah Azwar Anas, Jumat (13/4/2018).

Dalam pameran ini terdapat 40 gerai yang memamerkan beragam produk seni dan kerajinan. Mulai lukisan, kaligrafi, batik, handycraft, souvenir, furniture hingga produk anyaman bambu. Juga olahan pangan seperti kue bolu, stik ikan, dodol dari buah-buahan, keripik dan kopi. Termasuk produk seni, salah satunya lukisan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyebut, BAW ini sebagai wujud konsistensi pemda untuk mewadahi kreativitas anak muda di Banyuwangi.

"Kreativitas anak muda harus terus didukung, salah satunya lewat festival ini. Kami beri ruang dan etalase khusus untuk memajang karya-karya mereka," ujar Anas.

Anas menambahkan, ajang ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan beragam produk kerajinan khas Banyuwangi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).

"Kita gelar event ini untuk promosi mengangkat dan mengenalkan produk-produk UMKM lokal ke khalayak luas. Harapan kami, pelaku usaha dapat bertemu langsung dengan para konsumen untuk langsung bisa bertransaksi," kata Anas.

Even yang telah rutin digelar sejak tahun 2013 ini akan berlangsung selama empat hari, 12 – 15 April 2018. BAW juga dilengkapi panggung apresiasi seni dan budaya untuk atraksi beragam seni dan budaya selama berlangsungnya pameran. Atraksi ini dilakukan pada malam hari.

Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Tahun 2015, jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya 131 ribu UMKM.be