Ilustrasi memar.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tubuh kita memiliki mekanisme pertahanannya sendiri yang melindungi kita dalam situasi tertentu untuk mencegah kerusakan serius, seperti pembekuan darah. Pembekuan darah dapat berefek positif namun terkadang pembekuan darah ini dapat terjadi bahkan jika kita tidak membutuhkannya dan ini dapat menyebabkan konsekuensi yang serius dan fatal.

Pembekuan darah dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Untuk itu, Anda wajib mengenali tanda-tandanya agar dapat meminta bantuan medis secepat mungkin. Berikut beberapa tanda yang mengindikasikan seseorang berada dalam bahaya pembekuan darah.

Sakit atau nyeri di kaki

Jika Anda merasakan nyeri seperti kram atau kesemutan, Anda mungkin berisiko mengalami pembekuan darah. Ini merupakan salah satu gejala yang paling umum.

Batuk tanpa sebab yang jelas

Batuk yang tidak dapat dijelaskan juga menjadi indikasi pembekuan darah. Jadi, jika Anda mengalami gejala ini, perhatikan denyut jantung dan pernapasan Anda. Jika Anda merasakan ada yang tidak beres, segera ke dokter dan lakukan pemeriksaan.

Sesak napas

Sesak napas dan sulit bernapas bisa menjadi gejala pembekuan darah di paru-paru Anda. Jika gejala ini disertai nyeri dada, pusing, atau jantung berdebar, segera periksakan ke dokter.

Nyeri dada dengan pernapasan dalam

Dua gejala ini juga merupakan tanda pembekuan darah di paru-paru. Jadi, jika Anda mengalaminya, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui masalahnya.

Garis-garis merah atau memar pada kulit

Pembekuan darah dapat muncul dalam bentuk memar. Jika muncul garis-garis merah atau memar di sepanjang pembuluh darah Anda, Anda tidak boleh menganggapnya sebagai memar biasa, konsultasikan ke dokter dan cari tahu penyebabnya.

Pembengkakan kaki

Kondisi ini juga dikenal sebagai trombosis vena dalam. Ini merupakan kondisi serius di mana aliran darah dalam sirkulasi terhambat. Hal ini juga mencegah oksigen mencapai organ-organ vital dan dapat menjadi konsekuensi serius.te