Warga berupaya membantu petugas dalam evakuasi di rumah kos-kosan yang terbakar di Jalan Kebalen Kulon Gang IX, Surabaya, Selasa (29/4/2018). FOTO : SP/JULIAN

8 Warga Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah Kos di Kebalen Kulon. Korbannya 4 Dewasa, 3 Anak-anak dan 1 Bayi

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kebakaran di Jl Kebalen Kulon II nomor 9, Surabaya, Selasa (29/5/2018), menghebohkan warga. Teriakan warga mencekam saat api melalap habis bangunan dua lantai itu. Bahkan saat petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi, bangunan rumah itu sudah roboh. Dan tak disangka, ternyata ada delapan korban tewas dalam kondisi hangus sekujur tubuhnya. Sedang jumlah penghuni kos itu seluruhnya 20 orang. Hingga semalam, delapan korban tewas masih dalam proses identifikasi di RSU Dr. Soetomo Surabaya. Delapan korban ini terdiri dari satu bayi, tiga korban yang masih anak-anak dan empat orang dewasa.

Api melalap rumah kos milik Haji Hadirin itu sekitar pukul 14.00 WIB saat penghuni rumah sedang terlelap tidur. Mereka istirahat lantaran puasa dan hari libur. Warga mengetahui api menyala dari lantai dua kos-kosan itu. Namun tak mendengar ada ledakan. Hanya teriakan warga yang bersahut-sahutan jika ada kebakaran. "Waktu itu asap hitam sudah mengepul keluar, warga pada teriak-teriak ada kebakran," ucap Umik Tun, warga setempat

Ia mengatakan, saat kebakaran para penghuni yang menjadi korban mencoba menyelamatkan diri dengan keluar melalui jendela yang berukuran sekitar 7x3 cm. Lantaran akses pintu keluar yang ada di lantai satu telah terbakar. "Tadi ada satu orang laki-laki, satu orang ibu hamil, dan 1 bayi yang dilempar dari lantai 2 melalui jendela kecil," katanya.

Ia melanjutkan, ada juga wanita hamil yang nekat turun dari lantai 2 tersebut mengalami patah tulang di tangannya. "Warga menyandarkan tangga untuk menyelamatkan wanita itu, tapi dia tetap melompat karena sebagian badannya ke api," cerita dia.

Muhammad Imron tetangga depan rumah kos yang terbakar menambahkan, bayi yang dilempar itu berusia 11 bulan. "Saat sudah sampai di atap, bayinya yang masih berumur 11 bulan dilempar ke bawah terlebih dahulu. Ditangkap warga. Baru kemudian ibunya melompat," cerita Imron di lokasi kebakaran.

Diketahui, perempuan pembawa bayi itu bernama Retno Febrianti (32). Sedangkan bayi perempuannya yang masih berusia 11 bulan bernama Starla Ramadani. Keduanya saat ini masih dirawat di RS PHC.

Imron mengaku mengetahui insiden ini karena ada penghuni kos yang keluar sambil berteriak-teriak ada kebakaran. Serentak warga keluar dan berusaha memadamkan api dengan mengambil air dengan ember dari sumur terdekat. Nahas, api yang melalap lantai dua bangunan bekas studio musik itu langsung membesar.

Dua orang berhasil keluar dari lantai satu bangunan seluas 4x12 meter tersebut. Sementara, empat orang berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari jendela yang menghadap ke jalan. Kemudian mereka melompat dari atap setinggi 5 meter dari tanah. "Yang melompat dari jendela, patah tangan. Saya sempat mendengar suara ledakan, sepertinya LPG," ujarnya.

Korsleting listrik.

Informasi yang dihimpun, kebakaran di rumah kos Kebalen Kulon Gang II No 9 ini diduga karena korsleting listrik. Di lantai dua, tempat api berasal, terdapat empat kamar yang posisinya berjajar. Satu kamar terbuat dari tembok, sisanya terbuat dari triplek.

Seluruh bagian lantai dua habis terbakar. Sementara api juga mengenai sebagian lantai satu dan satu buah mobil yang diparkir di lantai satu. Beruntung, kebakaran ini tidak sampai merembet ke bangunan lain karena rumah kos tersebut permanen seluas 4x12 meter dari beton cor. Dulu, bangunan ini studio musik. Karena itu model bangunannya tertutup.

Ahmad Faiz Ketua RT 2 RW 6 Krembangan Utara, Kecamatan Pabean Cantikan mengatakan, bangunan berlantai dua ini terdiri dari empat kamar yang ada di lantai dua dan dua kamar di bawah yang gandeng dengan garasi mobil.



Salah satu korban kebakaran di Jalan Kebalen.

Petugas Kesulitan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Chandra Oeratmangun, yang ikut terjun ke lokasi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 14.20 WIB. "Sekitar lima menit kemudian kami datang. Sampai di sini sudah roboh. Ada pula beberapa warga yang mencoba memadamkan dengan alat seadanya," kata Chandra Oeratmangun.

Petugas yang mencoba masuk mengalami kesulitan lantaran akses rumah yang hanya memiliki satu pintu utama. Ditambah beberapa warga yang berkerumun menjadi kendala tersendiri bagi petugas PMK. Sekitar dua jam, api baru benar-benar dapat dipadamkan. Petugas pun tak menyangka jika ditemukan delapan jasad penghuni rumah kos yang sudah hangus saat melakukan pembasahan.

"Kami awalnya tidak tahu kalau ada korban jiwa. Kemudian saat pembasahan,ternyata ada korban dan yang ditemukan delapan korban," imbuh Chandra.

Delapan korban tersebut kini telah dibawa ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Belum diketahui identitas korban lantaran kondisinya yang hangus karena musibah tersebut. Lebih lanjut,Chandra belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran yang memakan korban jiwa itu.

Selain memakan korban jiwa, kebakaran di perkampungan padat penduduk itu juga menelan kerugian materil yang cukup besar. Satu mobil jenis mini bus turut jadi sasaran si jago merah. "Kami masih mencari keterangan, belum dapat dipastikan penyebabnya apa. Tapi yang pasti ada mobil turut terbakar juga. Itu yang membuat akses masuk petugas terhambat karena kondisi rumah yang sudah hangus dan akses masuk sempit," tutupnya.



Terjebak

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto juga turun ke lokasi terjadinya kebakaran. Hingga Selasa malam (29/5), polisi masih nampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran. Agus menyampaikan dari hasil identifikasi sementara, delapan korban itu terdiri dari empat orang dewasa, tiga anak-anak, dan satu balita.

"Sementara identifikasi kepolisian ada empat orang dewasa tiga anak-anak dan satu balita. Untuk jenis kelaminnya masih belum dapat kami simpulkan," ujar Agus Selasa (29/5) malam.

Lebih lanjut dari keterangan yang berhasil dihimpun, kedelapan korban itu tewas dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Diduga korban terjebak lantaran akses pintu hanya ada satu di rumah tersebut."Satu-satunya akses memang lewat jendela kamar atas itu, kemungkinan terjebak karena aksesnya cuma satu," imbuhnya.

Saat ini polisi masih memeriksa pemilik kos tersebut, sementara keterangan pemilik, rumah tersebut dihuni sebanyak dua puluh orang. "Kami masih periksa pemilik kos, selain itu tim labfor masih bekerja untuk menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran," pungkas lulusan AKPOL tahun 2000 itu. n fir