•   Minggu, 15 September 2019
Peristiwa Nusantara

Angka Kemiskinan di Sumenep Meningkat

( words)
Nurus Salam, Ketua Pansus LKPJ Bupati 2018


SURABAYAPAGI.com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep dinilai gagal menekan angka kemiskinan. Sebab, pada tahun 2018 angka kemiskinan di Kota Sumekar kian meningkat.
Catatan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sumenep atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2018 menunjukkan angka kemiskinan tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017.
Pansusu menilai, meningkatnya angka kemiskinan tidak berbanding lurus dengan kekuatan APBD yang dimiliki Kabupaten Sumenep.
“Kami tidak ingin mengatakan bahwa kekuatan APBD tidak mampu menurunkan angka kemiskinan. Hanya saja, program-program penanggunalangan kemiskinan yang dibuat pemerintah belum strategis,” kata Ketua Pansus, Nurus Salam, Senin (18/3/2019).
Menurut pria yang akrab disapa Uyuk ini, Pemkab Sumenep dinilai kurang serius dalam menekan angka kemiskinan. Sebab, pemerintah hanya mengandalkan program-program pemerintah pusat, seperti PKH, KIS dan KIP.
Uyuk juga mengatakan program mencetak wirausaha muda yang digagas pemerintah daerah terkesan main-main. Sebab, program tersebut dinilai tidak berdampak untuk mengurangi angka kemiskinan.
“Seharusnya, jika program mencetak wirausaha muda dilaksanakan dengan serius, Pansus yakin angka kemiskinan bisa menurun,” ujarnya.
Sementara, Bupati Sumenep, A Busyro Karim, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kemiskinan. Namun, upaya itu masih terganjal karena banyak program belum bisa terealisasi.
“Seandainya tidak ada Pilpres pemerintah sudah siap mengucurkan bantuan sosial pada bulan-bulan ini. Tapi, karena ada intruksi dari pusat bahwasanya tidak boleh mencairkan bantuan sosial sebelum Pilpres dilaksanakan, maka kita urungkan semua. Padahal kami bukan persoalan Pilpresnya, tetapi berangkat dari data kemarin, Maret itu seharusnya sudah ada program yang muncul ke bawah,” ujar bupati. (haz)

Berita Populer