•   Sabtu, 29 Februari 2020
Otonomi Daerah

Antisipasi Wabah Corona, Pemkab Kediri Tingkatkan Kewaspadaan Mulai Puskesmas

( words)


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Sekalipun di Indonesia umumnya dan Jawa Timur khususnya belum ditemukan warga yang terpapar virus Corona, namun tingkat kewaspadaan patut ditingkatkan karena penyebaran virus ini sangat cepat dengan masa inkubasi yang cepat, hanya 14 hari. Virus ini berkembang di daerah tingkat kelembaban tinggi.

Virus ini penyebarannya cepat dan dalam waktu dua bulan kasusnya 44.000 di 14 negara di dunia dan terbanyak di Wuhan China. Adapun penyebab awal di China adalah ular dan kelelawar, karena orang di kawasan tersebut sering memakan mentah daging ular atau kelelawar sehingga virusnya berada dalam tubuh dan berkembang cepat. Setelah dicek di pasar di Wuhan jenis virusnya sama.

Hal ini disampaikan dr Hermawan dari RSUD Daerah Kediri dalam acara peningkatan kewaspadaan cegah virus Corona ke tim medis dan dokter Puskesmas,Kilinik dan Rumah Sakit di Kabupaten Kediri Rabu (12/2/2020) siang di Pemkab Kediri.

Dijelaskan,  dalam perkembanganya dokter yang merawat terpapar dan meninggal dunia. Berkembangnya cepat karena bukan dari hewan ular dan kelelawar ke orang namun dari orang ke orang. Adapun gejalanya sama dengan flu diantaranya batuk,pilek,demam sesak nafas dan menyebabkan peunomia radang paru-paru hingga merusak ginjal dan melemah hingga memburuk hingga 7 hari sejak hari pertama perawatan.

Pengobatan biasa dilakukan dengan obat yang sudah ditentukan dokter seperti obat untuk sakit kepala,sesak nafas dan infeksi pernafasan. Untuk menjaga kondisi tetap sehat dan daya tahan tubuh untuk menggunakan masker biasa di lingkungan yang padat. Namun memakainya harus benar hingga menutup hidung hingga dagu.

“Jika kasus positif pasti harus menggunakan masker M 59 standar khusus kedokteran. Karenanya kita harus tetap waspada jangan sampai terpapar virus ini dengan cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitari dan mengkumsumsi makanan dengan asupan gizi tinggi,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Argo Winoto tim surveiland Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Argo menyebut belum ada terindikasi warga di Jawa Timur terpapar virus ini, namun hendaknya perlu diwaspadai untuk warga di Jawa Timur utamanya mereka yang baru pulang dari negara terdampak virus corona.

“Sebelum kembali ke Indonesia hendaknya harus benar bebas dari virus ini dan ditunjukkan dengan adanya surat keterangan dari medical chek up yang dilakukan dokter ahli. Kalaupun pulang ke daerah asal harus ada laporan ke Dinkes Kabupaten untuk memastikan bahwa warga yang baru pulang bebas dari virus ini,” ujarnya. Adv/kominfo

Berita Populer