•   Selasa, 17 September 2019
Otonomi Daerah

Awal September TPST di Tambakboyo Mulai Diujicoba

( words)
Bangunan TPST di Jalan Ring road Dusun Tambakboyo Desa Tambakrigadung Kec Tikung mulai finishing, dan perangkat alat pengelolaan sampah juga sudah mulai berdatangan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Persoalan sampah yang kian hari menjadi problem bersama, di Lamongan sedikit demi sedikit akan mulai teratasi, seiring dengan akan dioperasionalkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di jalan ring road Desa Tambakboyo Kecamatan Tikung Lamongan.

Bagunan TPST yang tinggal menyelesaikan finishing itu, di dalamnya sudah terdapat mesin pendaur ulang, yang akan digunakan untuk mencacah sampah, sebelum sisanya masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Moch Wahyudi menyebutkan, kalau TPST ini diharapkan bisa mengurangi tumpukan sampah rumah tangga yang dibuang ke TPA. Karena dari berbagai study tumpukan sampah di TPA Tambakboyo ini sudah semestinya harus dikurangi, agar bisa mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan.

Salah satu mengurangi tumpukan sampah tersebut lanjut Wahyudi, dengan mengoperasionalkan TPST ini, dimana nanti sampah masuk ke TPST didaur ulang, bisa menjadi pupuk organik dan sampah non organik.

"Sampah yang masuk nanti langsung di daur ulang, yang sampah organik langsung dijadikan pupuk, sementara sampah non organik akan dimanfaatkan agar lebih memberi manfaat secara ekonomis," ungkapnya.

Sedangkan sisa sampah organik dan non organik itu nantinya yang akan dibawah ke TPA. "Jadi bisa ada sisa bisa juga tidak, dan kalau seperti itu TPA nantinya lambat laun tidak berfungsi," terangnya.

TPST ini sendiri lanjutnya, akan mulai diujicobakan pada awal September, dan sampah yang sebelumnya dari TPS ke TPA, setelah diujicobakan nanti sampah langsung ke TPST. "Jadi sampah-sampah nanti akan langsung ke TPST, semoga dioperasionalkan nanti bisa mengurangi problem sampah di Lamongan," terangnya.

Sekedar diketahui sampah yang masuk ke TPA di Lamongan setiap harinya kurang lebih sekitar 64 ton, dan sampah itu awalnya akan dimanfaatkan sebagai tenaga listrik di PLTSa, namun sampai saat ini PLTSa hanya sekali dioperasionalkan saat diresmikan.

Sementara itu, adanya TPST ini setidaknya bisa menjawab atas PLTSa senilai Rp 2,4 Miliar yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakboyo Kecamatan Tikung Lamongan, hanya sekali dioperasionalkan dan sekarang mangkrak.

Padahal PLTSa ini diharapkan bisa menghasilkan listrik sebesar 25 KVA setiap harinya, dan mengolah sampah sebesar 4 ton per jam. Diperkirakan, dari 4 ton sampah itu, 2 ton akan menjadi kompos, 1 ton berupa sampah yang masih bisa dijual lagi dan 1 ton lagi akan diolah menjadi listrik, namun itu hanya hitungan dan tak pernah terealisasi.

Secara teknik, PLTSa bisa beroperasi selama 8 jam per hari dengan produksi listrik diperkirakan sebesar 25 KVA. Listrik produksi ini selain untuk penerangan di TPA, juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin pembuat biji plastik.jir

Berita Populer