•   Minggu, 15 September 2019
SGML

Banjir Sempat Meluas, Kini Mulai Surut Bantuanpun Mulai Berdatangan

( words)
Rumah dan sekolahan di Desa Plangwot ini tergenangi air luapan sungai Bengawan Solo. FOTO:SP/MUHAJIRIN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Meski banjir luapan Sungai Bengawan Solo sempat meluas di 5 Kecamatan dan 16 Desa di Lamongan, namun kondisi banjir yang hampir terjadi setiap tahun di lokasi bantaran sungai ini mulai surut, meski tidak seginifikan

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada, karena kondisi cuaca masih mendung yang berpotensi hujan baik di hilir maupun di hulu."Air sudah mulai surat, meski tidak signifikan,"kata Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Minggu (10/3/2019) saat mendampingi bupati Fadeli di wilayah Kecamatan Laren.

Sementara itu, banjir terparah di wilayah Kecamatan Laren ini, sudah mulai menerima bantuan, salah satunya dari Pemkab Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurut Agus panggilan akrab Agus Hendrawan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat tersebut, langsung dikirim dan di tempatkan di Posko bencana di Plangwot. "Ada 373 paket sembako yang sudah diberikan dan di tempatkan di Posko bencana untuk masyarakat terdampak banjir di 9 desa di Kecamatan Laren," terangnya.

Pemberian bantuan ini kata Agus, langsung mendapatkan pengawalan dari bupati Fadeli, yang melihat langsung banjir di wilayah Laren."Pak bupati tadi yang menyerahkan bantuan, dan pak bupati terus memonitoring banjir," terangnya.

Sebelumnya ketua Satlak Penanggulangan Bencana Alam Lamongan, Yuhronur Efendi menyebutkan, ada 16 desa di 5 kecamatan yang terdampak banjir, atau sekitar 481 rumah yang sudah terendam banjir. "Dari jumlah 481 rumah yang terendam, paling banyak ada di Kecamatan Laren, yaitu sebanyak 373 rumah," katanya.

Sementara untuk lahan pertanian yang terendam, hingga kini masih didata. Dirinya memperkirakan ratusan hektar lahan warga terendam. "Untuk lahan pertanian yang terendam, kami masih terus melakukan pendataan sehingga belum ada data pasti. Diperkirakan ada ratusan lahan pertanian," teragnya.

Pihaknya juga mempersiapkan personel dan alat berat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan digunakan. "Petugas, alat berat, bantuan sudah kami siapkan. Jika dibutuhkan langsung kita kirim ke lokasi," jelasnya.

Data yang dihimpun BPBD Lamongan menunjukkan 16 desa di 5 kecamatan yang terimbas banjir yakni, Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Desa Jangkungkusumo di Kecamatan Maduran, Desa Mertani di Kecamatan Karanggeneng. Di Kecamatan Glagah, banjir merendam 4 desa, yaitu Desa Meluwur, Karangturi, Konang dan Mendolo.

"Untuk kecamatan Laren terbanyak yang terkena imbas luapan Bengawan Solo, yaitu Desa Durikulon, Keduyung, Pesanggrahan, Bulutigo, Mojoasem, Plangwot, Laren, Siser dan Centini," tambahnya.

Sementara debit air yang ada di papan ukur Lamongan hingga saat ini masih berstatus Siaga Merah dengan ketinggian air di papan ukur Babat setinggi 8.23 peilschal. Sedangkan di papan ukur yang ada di Laren setinggi 5.70 peilschal dan juga berstatus Siaga Merah. Untuk pintu air yang ada di Babat Barrage (Pintu Gerak Babat) saat ini juga dibuka semua. jir

Berita Populer