•   Kamis, 12 Desember 2019
BUMN

BKPM Minta BUMN untuk Berdayakan UMKM Melalui Investasi

( words)
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. SP/gn


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Mengagendakan diskusi bersama MenteriBUMN Erick Thohir, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)Bahlil Lahadalia, menginginkan agar investasi bisa disebar secara merata, terutama di bidang UMKM. Dirinya menginkan agar UMKM bisa berinvestasi dalam lingkup BUMN.

"Saya minta sama Bang Erick, (saya bilang),’Bang, kalau ada pembangunan gedung apa, di kabupaten mana, jangan lagi itu semen, pasir, cucu BUMN yang melakukan pengadaan’," kata Bahlil di Jakarta, Senin (18/11/19).

Selain itu keinginan Bahlil tersebut diharapkan bisa memajukan pengusaha dan UMKM dalam negeri. Ia yakin kalau keinginan tersebut bisa terwujud, penciptaan lapangan kerja di daerah bisa dipacu.

"Berdayakan mereka, supaya ada pemerataan. Supaya investasi itu mendatangkan berkah untuk mereka," ungkapnya.

Bahlil menilai keberadaan usaha kecil perlu dilibatkan ketika BUMN berinvestasi. Dirinya menyebut bahwa UMKM punya peran penting dalam perekonomian Indonesia.

"UMKM ada 60 juta, mampu memberi kontribusi 100 juta lebih tenaga kerja. Jadi bayangkan, dan UMKM ini jauh lebih pahlawan dari perusahaan IPO," katanya.

Selain itu, Bahlil juga merasa UMKM lebih berperan penting dibandingkan perusahaan-perusahaan besar dalam sisi ’penyelamatan’ perekonomian Indonesia yang saat ini ikut terimbas pelemahan ekonomi global.

"UMKM pernah diuji tahun 1998. Ketika krisis moneter, banyak perusahaan besar dan konglomerat itu melarikan diri, mempailitkan diri. Jadi waktu itu yang jadi benteng pertahanan kita UMKM," imbuhnya.

Pemerataan investasi antara pengusaha daerah, dalam negeri, dan juga asing, menurut Bahlil, adalah kunci untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebabnya, investasi yang merata dapat menyerap tenaga kerja secara optimal sehingga dapat pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Investasi yang banyak menyerap tenaga kerja, itu yang jadi sasaran kita. Di tengah ekonomi global yang tidak jelas, harusnya perkuat ekonomi domestik dan harus dorong ekonomi domestik," tuturnya.

Berita Populer