•   Selasa, 17 September 2019
JawaTimur

Bulan Ramadan, Khofifah Ajak Tingkatkan Sedekah

( words)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggantungkan kertas infaq guna mengajak para ASN beramal sedekah dan infaq. Foto: SP/RIKO


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jawa Timur utamanya para PNS untuk meningkatkan ibadah shodaqoh di Bulan Ramadan ini. Menurut gubernur perempuan pertama di Jatim ini, datangnya bencana tidak akan mendahului shodaqoh. Hal tersebut disampaikan di depan pejabat eselon dan pegawai negeri sipil (PNS) di halaman kantor Gubernur Jatim. “Maka bersegerah shodaqoh, karena sesungguhnya shodaqoh menghilangkan segala bencana, ayo kita buka dompet, kita shodaqoh dan kita zakat,” ajak Khofifah, disela pencanangan gerakan membayar zakat bersama Badan Amil Zakat (BAZ) Jawa Timur di Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Senin (6/5).
Perintah zakat dan shodaqoh itu ada dalam firman Allah di Al Quran Surat Al Baqoroh ayat 261 yang maknanya: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. “Ini artinya menjadi semangat kita untuk mengeluarkan infak shodaqoh dan zakat, karena kalau zakat 1000 tumbuh 7000, apalagi ini dilakukan di Bulan Ramadan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah mengajak kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemprov Jatim untuk beramal, dan zakat. Cara yang digunakan Khofifah untuk memaksimalkan infaq para ASN ini cukup unik. Gubernur kelahiran Surabaya itu membuat pohon palsu yang dahannya digantung para shodaqoh dari para pegawai. “Kita pasang di sini bukan untuk riya, tapi sebagai refrensi. Ayo zakat dong,” tuturnya.
Khofifah berharap penyaluran zakat yang maksimal dapat membantu berbagai persoalan di Jawa Timur seperti, pengentasan kemiskinan. Penanganan fakir miskin diyakini dapat lebih efektif dengan semakin besarnya zakat yang dikumpulkan.
Selain itu pemberian beasiswa terhadap anak-anak kurang mampu bisa lebih banyak lagi jumlahnya. “Mungkin untuk guru ngaji kita bisa berikan ruang yang lebih baik,” ungkapnya.
Khofifah sendiri langsung menyerahkan zakat shodaqohnya sebesar Rp 25juta dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono Rp 5 juta disusul semua kepala OPD serta para ASN. Shodaqoh itu ditulis dalam kertas karton dan digantungkan di pohon yang selama Ramadan ini diletakkan di halaman kantor Gubernur.
Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga menyebut potensi zakat cukup besar, namun belum termaksimalkan dengan baik. Informasi yang diterima Khofifah, secara nasional potensi zakat Rp 213 trilliun. Tetapi yang baru efektif terkumpulkan Rp 6 trilliun. “Jadi masih jauh dari potensi zakat yang mestinya bisa kita maksimalkan,” ujar Khofifah.
Di tempat yang sama, Ketua Basnaz Jawa Timur Abdussalam Nawawi mengatakan, rata-rata dalam setahun pihaknya dapat mengumpulkan zakat sebesar Rp 9,3 milliar. Dari jumlah tersebut 34 persennya berasal dari ASN di lingkungan Pemprov Jatim. “Itu yang Basnaz Provinsi, kalau seluruh Jawa Timur ada juga tambahan dari Basnaz di tiap Kabupaten/kota,” kata Nawawi.

Berita Populer