•   Kamis, 21 November 2019
KediriRaya

Dua Siswi SMAN 1 Kota Kediri Ciptakan Tisu Basah Pereda Demam

( words)
Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina saat menunjukan cara membuat tisu pereda panas temuannya.


SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dua siswi SMAN 1 Kota Kediri, Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina meraih prestasi dalam ajang International Young Scientist Innovation Exhibition yang diselenggarakan di Malaysia. Dua siswi kelas XI ini meraih peringkat ketiga setelah menciptakan tisu basah pereda penyakit demam.

Tisu yang diberi nama The Organic Antiseptic Hand Sanitizer Wipes memiliki bahan campuran berupa sari bawang merah dan buah belimbing wuluh. Penemuan tersebut memiliki manfaat meredakan panas tubuh dan menyerap virus serta bakteri.

Aulia, siswi kelas XI SMAN 1 Kota Kediri mengaku bangga usai meraih prestasi tersebut. Menurutnya, ia bersama temannya sudah bisa memanfaatkan bahan baku masak ini menjadi memiliki manfaat lainnya.

"Kita memilih dua bahan masak ini agar memiliki manfaat lain yang kemudian kita teliti sehingga menjadi obat antiseptic serta penurun panas. Dengan tisu antiseptic ini kita sekarang tidak perlu repot menumbuk bawang merah untuk penurun panas yang biasa dijadikan obat tradisional," ujarnya, Senin (16/7/2018).

Aulia juga menjelaskan cara pembuatan tisu temuannya itu. Pertama dengan mengumpulkan bahan baku yakni bawang merah dan buah belimbing wuluh. Dua buah itu kemudian ditumbuk dan diambil sarinya.

Setelah itu sari dari kedua bahan itu dipanaskan hingga 60 derajat celicius. Selesai proses tersebut kemudian kita mengambil tisu dan dicelupkan hingga meresap. "Perbandingannya rasio 1:1. Untuk hasilnya bisa tahan selama 4 bulan," jelasnya.

Sebelumnya Shona dan Aulia menceritakan penelitian ini berawal dari kecintaan mereka berdua dengan dunia penelitian. Kemudian di SMA Negeri 1 Kediri diberikan wadah bagi siswa-siswi yang menyukai karya ilmiah yang diberi nama OASE.

Hand Sanitizer Wipes yang merupakan penmuannya itu pun telah melalui beberapa uji lab bahkan diujikan kepada bakteri dan hasilnya memang bagus. Sehingga hasil penelitian ini berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional tersebut.

Ditempta yang sama, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengaku senang sekali karena ada remaja di Kota Kediri yang mengikuti ajang internasional hingga menorehkan prestasi sebagai juara kedua ditingkat internasional. "Sebagai kepala daerah saya senang sekali anak-anak di Kota Kediri dapat menorehkan prestasi yang luar biasa seperti ini," ujarnya.

Walikota Kediri ini mengungkapkan dengan mengikuti ajang internasional seperti ini dapat menaikkan competitiveness dari siswa-siswa. "Jadi mereka tidak hanya belajar saja namun juga bisa mengimplementasikan.

Anak-anak ini belajar biologi dan kimia lalu dapat mengaplikasikannya menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat bahkan diakui hingga tingkat internasional," ungkapnya.

Mas Abu berharap kedepan akan bermunculan banyak anak-anak yang mengharumkan nama Kota Kediri ditingkat internasional. "Semoga ke depan semakin banyak pelajar ataupun mahasiswa di Kota Kediri yang melakukan penelitian bermanfaat untuk masyarakat seperti ini.

Kami dari Pemerintah Kota Kediri pastinya akan selalu mendorong dengan anak-anak ini meskipun exhibitionnya jauh pasti akan tetap kita support," imbuhnya. Can

Berita Populer