•   Senin, 27 Januari 2020
Ekonomi China

Hadapi Resesi, Ini Strategi Hong Kong

( words)
Hiruk-pikuk pusat perbelanjaan di Hong Kong SP/rep


SURABAYAPAGI.com - Terhimpit oleh protes besar-besaran serta perang dagang AS dan China, ekonomi Hong Kong akhirnya alami resesi pertama dalam satu decade.

Selain resesi, Kepala Eksekutif Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA), Eddie Yue mengatakan bahwa dampak dari kedua masalah diatas sangat besar bagi negara ekonomi terbuka seperti Hong Kong.

Untuk itu, Hong Kong terus berusaha untuk mengatasi masalah ekonomi dengan berbagai strategi.

Pertama, Bank Sentral Hong Kong meminta masyarakat untuk mengelola risiko keuangan dengan hati-hati, karena ekonomi domestik menghadapi resesi pertama dalam satu dekade.

Kedua, Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) telah menurunkan suku bunga acuannya.

HKMA menurunkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 basis poin menjadi 2% pada Kamis (31/10) setelah Federal Reserve menurunkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada Rabu (30/10) waktu setempat.

Bank-bank komersial Hong Kong akan memutuskan apakah akan menyesuaikan tingkat suku bunga pinjaman mereka yang dapat berdampak pada hipotek di salah satu pasar perumahan yang paling terjangkau di dunia.

Yue mengatakan, suku bunga antar bank tidak mungkin selalu mengikuti penurunan (suku bunga acuan) karena mereka juga didorong oleh faktor-faktor domestik seperti listing besar di pasar saham.

Penurunan suku ini dilakukan setelah The Fed memangkas suku bunga 25 basis points menjadi 1,50%-1,75% untuk membantu mempertahankan pertumbuhan AS meskipun ada perlambatan ekonomi global.

"Namun, penurunan suku bunga AS memang mencerminkan tekanan ke bawah pada ekonomi global, di mana Hong Kong tidak kebal dengan risiko tersebut," ujar Eddie Yue.

Berita Populer