Harga Emas Mulai Keok Usai Pademi Korona Hingga Rp839 Ribu Per Gram

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atauAntam berada di posisi Rp831 ribu per gram pada Kamis (12/3) atau turun Rp8.000 dari Rp839 ribu per gram pada Rabu (11/3). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) terkoreksi Rp8 ribu dari Rp764 ribu menjadi Rp756 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp440 ribu, 2 gram Rp1,61 juta, 3 gram Rp2,39 juta, 5 gram Rp3,97juta, 10 gram Rp7,88 juta, 25 gram Rp19,6 juta, dan 50 gram Rp39,13 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp78,2 juta, 250 gram Rp195,25 juta, 500 gram Rp390,3 juta, dan 1 kilogram Rp780,6 juta.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.633,3 per troy ons atau melemah 0,55 persen.
Sebaliknya harga emas di perdagangan spot menguat 0,06 persen ke US$1.636,09 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan harga emas bergerak di rentang US$1.630 sampai US$1.670 per troy ons pada hari ini. Emas bergerak di rentang yang lebih sempit dari kemarin, namun cenderung menguat karena sentimen virus corona atau Covid-19.

Pasalnya, Lembaga Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) menaikkan status penyebaran virus corona dari semula epidemi menjadi pandemi. Hal ini kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap pasar keuangan dunia.

Mengutip dari laman CNNIndonesia, "Sentimen negatif kelihatannya kembali menyambangi pasar keuangan setelah WHO mengumumkan. Padahal, harga emas bisa turun karena ekspektasi stimulus dari pemerintah Amerika Serikat," ungkap Ariston

Selain itu, sentimen penurunan harga emas sebenarnya juga kuat dari keputusan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) yang memangkas tingkat suku bunga acuannya sebesar 0,5 persen. Namun, harga emas kemudian berbalik menguat.

Kendati begitu, Ariston mengatakan pelemahan harga emas sejatinya masih ada. Sebab, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan mengumumkan kebijakan moneternya pada hari ini.