ICW : Ahok Jadi Pengawas KPK Itu Hoax

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Mantan Guberbur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah menjadi perbincangan di media social, pasalnya beredar unggahan di media social dan aplikasi WhatsApp foto Ahok dan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Ahzar yang disebut telah dipilih sebagai Dewan Pengawas KPK.

Foto itu disertai tulisan, “Selamat dan sukses kami ucapkan atas terpilihnya Basuki Tjahaja Purnama dan Antasari Azhar sebagai dewan pengawas KPK. Musnahkan kelompok Taliban di tubuh KPK agar tidak dijadikan untuk kepentingan politik.”

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhan menilai konten semacam itu merupakan informasi palsu atau hoaks.

"Banyak sekali hoaks yang beredar ya, di media sosial. Padahal UU KPK yang baru (hasil revisi) kan belum disahkan, dan belum bisa diterapkan," kata Kurnia saat ditemui di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jakarta, Minggu (6/10/2019).


Saat ini, UU KPK hasil revisi baru saja dikembalikan Istana Kepresidenan ke DPR karena ada salah ketik.


Dengan demikian, informasi bahwa Ahok dan Antasari telah dipilih sebagai Dewan Pengawas KPK jelas hoaks.


"Maka dari itu harusnya tidak ada berita-berita yang mengatakan tentang adanya anggota dewan pengawas yang baru atau yang sudah dipilih," ujar Kurnia.


Kurnia juga mempertanyakan muatan konten tersebut bahwa ada kelompok Taliban di KPK. Selama ini, Taliban dikenal sebagai kelompok berkuasa di Afghanistan yang memperlakukan ajaran radikal.

"Pihak yang menuding isu Taliban dan lain-lain itu harusnya yang bersangkutan bisa menjelaskan Taliban seperti apa? Buktinya apa? Tudingan itu apakah ada pembuktian yang dilakukan?" kata Kurnia.


Ia menilai isu – isu semacam itu dihembuskan pihak tertentu yang tidka suka dengan perkembangan kinerja KPK dalam pembatasan korupsi.